EmitenNews.com - Budi Tampubolon secara aklamasi kembali terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Dengan adanya keputusan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan Rapat Anggota Luar Biasa (RALUB) AAJI itu, Budi akan memimpin AAJI periode kepengurusan 2025-2028, dengan berfokus pada empat hal utama.

"Kehadiran Bapak/Ibu sekalian menegaskan komitmen bersama membesarkan industri asuransi jiwa. Saya percaya, dengan kolaborasi dan kerja keras, tiga tahun ke depan akan menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan dan memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," ujar Budi Tampubolon dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (29/8/2025).

Arah kebijakan strategis kepengurusan baru yang berfokus pada empat hal utama. Yakni, peningkatan literasi dan edukasi asuransi jiwa, penguatan infrastruktur data melalui pembangunan pusat data industri yang terintegrasi.

Kemudian, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, serta menjadikan Sekretariat AAJI sebagai center of excellence bagi industri.

Selain memilih Ketua Dewan Pengurus periode 2025-2028, RALUB juga menetapkan tiga Dewan Pengawas AAJI yaitu Firdaus Djaelani, Ricardo Simanjuntak, dan Randy Lianggara.

Para pengawas diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi serta mendukung terciptanya industri asuransi jiwa yang sehat, berintegritas, dan berdaya saing.

AAJI menegaskan bahwa pengurus baru akan melanjutkan agenda transformasi industri, termasuk menjawab tantangan regulasi, memperkuat sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan, serta memastikan keberlanjutan industri melalui inovasi produk, digitalisasi, dan perluasan inklusi asuransi.

Dengan fondasi kinerja yang solid dan kepemimpinan baru, AAJI optimistis industri asuransi jiwa akan terus tumbuh, menjadi mitra strategis pembangunan nasional, serta memperluas perlindungan finansial bagi jutaan keluarga Indonesia.

Dalam RAT dan RALUB, di Jakarta, Kamis (28/8/2025) tersebut, Dewan Pengurus AAJI periode 2022-2025 memaparkan hasil kinerja dan keuangan AAJI sepanjang tahun 2024. Hal itu sekaligus menjadi laporan terakhir dari periode kepengurusan yang berakhir pada tahun 2025.

Perusahaan asuransi jiwa bayar total klaim dan manfaat Rp72,47 triliun

Sebelumnya, Ketua Bidang Kanal Distribusi dan Inklusi Tenaga Pemasar Asuransi Jiwa Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Elin Waty mengatakan perusahaan asuransi jiwa membayarkan total klaim dan manfaat sebesar Rp72,47 triliun sepanjang Januari hingga Juni 2025.

“Total pembayaran klaim tersebut diberikan kepada 5,01 juta orang penerima manfaat,” kata Elin Waty di Jakarta, Jumat (22/8/2025).

Angka klaim tersebut tercatat mengalami penurunan 6,7 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024 (secara tahunan atau year-on-year/yoy).

Penurunan terutama terjadi pada pengajuan yang dilakukan pemegang polis untuk menghentikan atau membatalkan polis asuransi sebelum masa berlakunya habis (surrender claim) yang turun 8,5 persen yoy menjadi Rp34,4 triliun.

Sementara itu, klaim penarikan sebagian (partial withdrawal) berkurang hingga 26,3 persen yoy menjadi Rp7,47 triliun.

Penurunan pada klaim surrender dan partial withdrawal ini merupakan pencapaian yang sangat baik bagi industri asuransi jiwa sebagai indikator masyarakat semakin sadar bahwa asuransi jiwa merupakan perlindungan jangka panjang, yang mana manfaatnya akan lebih maksimal jika dipertahankan hingga masa kontrak.

Klaim kesehatan kumpulan juga mengalami penurunan sebesar 37,2 persen yoy menjadi Rp2,64 triliun, sementara klaim lain-lain tercatat turun 0,5 persen yoy menjadi Rp3,22 triliun.