Pipa Saudi Pulih, Harga Minyak Brent Turun ke USD105,5 per Barel
:
0
Harga minyak mentah dunia melanjutkan tren penurunan pada sesi perdagangan Kamis (17/9) setelah beroperasinya kembali pipa minyak Saudi.(Ilustrasi: Magnific)
EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia melanjutkan tren penurunan pada sesi perdagangan Kamis (17/9). Melorotnya harga energi global ini dipicu oleh meredanya kekhawatiran pasar atas risiko gangguan pasokan setelah fasilitas distribusi di Timur Tengah mulai dipulihkan.
Berdasarkan data dari Trading Economics, harga minyak mentah jenis Brent terkoreksi hingga menyentuh kisaran USD105,5 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah AS (West Texas Intermediate) juga melorot ke level USD102 per barel, memperpanjang pelemahan untuk dua sesi berturut-turut.
Penurunan harga terjadi menyusul laporan bahwa Arab Saudi berencana memulihkan sekitar separuh kapasitas pipa minyak Timur-Barat (East-West pipeline) dalam beberapa hari ke depan. Fasilitas tersebut ditargetkan beroperasi penuh kembali dalam enam minggu usai rusak diserang pesawat tak berawak (drone) pekan lalu. Pipa ini merupakan jalur logistik krusial yang menjadi rute alternatif pengiriman minyak di luar Selat Hormuz.
Selain pemulihan pipa, Arab Saudi meningkatkan pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz dengan dukungan militer AS. Terkait kelancaran rute tersebut, Menteri Energi AS Chris Wright memberikan keterangan resminya.
"Sebanyak 18 juta barel minyak mentah dan produk minyak bumi telah berhasil melewati Selat Hormuz pada awal pekan ini," kata Chris Wright.
Sementara itu dari AS, data resmi mencatat persediaan minyak mentah domestik turun 640.000 barel menjadi 423,4 juta barel. Penurunan persediaan ini lebih kecil dari estimasi para analis, serta berbanding terbalik dengan perkiraan American Petroleum Institute (API) yang sempat memproyeksikan lonjakan cadangan hingga 7,1 juta barel.
Melandainya harga minyak mentah internasional ini memberikan angin segar bagi ketahanan fiskal Indonesia. Penurunan harga dapat meredam lonjakan beban subsidi energi pada APBN, menurunkan biaya impor migas PT Pertamina (Persero), serta membantu menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.(*)
Related News
Kecewa Fed, Trump Minta Suku Bunga Turun di Bawah 1%
Bunga AS Naik, Dolar Melambung Sapu Mata Uang Global
The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Basis Poin Pasar Saham AS Berguguran
Fed Naikkan Suku Bunga, Indeks Dow Jones Anjlok 631 Poin
The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Basis Poin, Ini Alasannya
The Fed Naikkan Suku Bunga, Waspada Efek Domino ke Rupiah dan IHSG





