EmitenNews.com - Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) bakal menyalurkan dividen tunai Rp41,68 miliar. Alokasi dividen itu, diambil sekitar 23,13 persen dari tabulasi laba bersih tahun bbuku 2025 senilai Rp180,19 miliar. Dengan hasil itu, para investor akan menerima guyuran dividen tunai Rp26,05 per saham.

Berdasar harga penutupan saham PJAA di level Rp535, dengan dividen Rp26,05 per saham tersebut, maka imbal hasil bagi investor atau dividend yield sekitar 4,87 persen. Kemudian, sekitar 1 persen alias Rp1,8 miliar dibukukan sebagai dana cadangan. Dan, sisa laba bersih setara 76,87 persen alias Rp138,51 miliar dicatat sebagai laba ditahan.

Jadwal Dividen

Rencana pembagian dividen tunai tahun buku 2025 itu, sesuai dengan hasil RUPS Tahunan pada 14 April 2026 sebagai berikut. Cum dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 22 April 2026. Ex dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 23 April 2026. Cum dividen pasar tunai pada 24 April 2026. 

Ex dividen pasar tunai pada 27 April 2026. Daftar pemegang saham berhak dividen alias recording date pada 24 April 2026 pukul 16.00 WIB. Pembayaran dividen pada 13 Mei 2026. Kebijakan pembagian dividen itu, berdasar data keuangan per 31 Desember 2025. Ya, sepanjang 2025, PJAA mencatat laba bersih Rp180,19 miliar. 

Performa Negatif Kuartal I

Saldo laba ditahan dengan alokasi penggunaan tidak dibatasi sejumlah Rp1,56 triliun. Total ekuitas terkumpul Rp1,86 triliun. Sekadar informasi, PJAA per 31 Maret 2026 tekor Rp38,8 miliar. Bengkak 247 persen dari episode sama tahun sebelumnya rugi senilai Rp11,17 miliar. Menyusul hasil negatif itu, rugi per saham dasar menjadi Rp24 dari sebelumnya Rp7. 

Pendapatan usaha pengelola kawasan rekreasi Taman Impian Jaya Ancol itu terkumpul Rp207,57 miliar, susut 1,52 persen dari edisi sama tahun sebelumnya Rp210,79 miliar. Beban pokok pendapatan Rp10,23 miliar, bengkak dari tahun sebelumnya Rp6,91 miliar. Beban langsung Rp140,99 miliar, bertambah dari Rp129,7 miliar. 

Beban pokok pendapatan dan beban langsung Rp151,22 miliar, bengkak dari Rp136,62 miliar. Laba kotor Rp56,35 miliar, anjlok dari Rp74,17 miliar. Penghasilan bunga Rp2,94 miliar, turun dari Rp2,97 miliar. Penghasilan lainnya Rp4,89 miliar, terkoreksi dari Rp10,9 miliar. Beban umum dan administrasi Rp64,71 miliar, bengkak dari Rp59,44 miliar. (*)