EmitenNews.com -PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) mencatat laba bersih tahun buku 2023 sebesar USD77 juta atau tumbuh 6,12 persen dari tahun 2022 (yoy) sebesar USD72,53 juta.


Capaian ini menjadi sinyal positif di tengah turunnya pendapatan perseroan di tahun 2023. Tercatat pendapatan POWR sebesar USD546,1 juta atau turun tipis 0,79 persen yoy dari sebelumnya USD550,45 juta.


Kendati terjadi penurunan penjualan, perseroan kembali mencatatkan rekor tertinggi untuk daya tersambung sebesar 1.254 MVA atau meningkat 20 MVA dari tahun 2022. Peningkatan juga terjadi pada jumlah pelanggan industri menjadi 2.650 pelanggan dari sebelumnya 2.595 pelanggan.


"Peningkatan tersebut didukung oleh percepatan digitalisasi dan industri data center yang diproyeksikan masih akan terus bertumbuh," demikian kata manajemen perseroan dalam pers rilis perseroan, Jumat (2/3).


Di tengah kenaikan kinerja keuangan diakui terjadi susut daya dalam jaringan distribusi dan transmisi meski sangat rendah, yairu2 hanya 0,5 persen. Kemudian juga terjadi penurunan penjualan listrik sebesar 0,9 persen akibat penurunan aktivitas pelanggan dikarenakan penurunan ekonomi global.


"Meski begitu perseroan berhasil memperbaiki penilaian peringkat risiko ESG dari 40,1 pada penilaian pertama tahun 2022 menjadi 26,7 pada tahun 2023," sambung manajemen perseroan.


Pada tahun 2023, perseroan berhasil melakukan pelunasan dan pembatalan sebagian Senior Notes Perseroan sebesar USD50 juta, dimana usaha tersebut membuahkan penghematan tahunan atas beban bunga sebesar USD2,5 juta.


Hal ini diklaim dapat menguatkan struktur modal perseroan, dimana Perseroan berhasil menguatkan rasio leverage menjadi 0,5x (dibandingkan 0,9x tahun sebelumnya) dan menguatkan rasio kemampuan membayar biaya tetap ( FCCR ) sebesar 7,4x (dibandingkan 7,2x tahun sebelumnya).


"Keduanya jauh lebih baik dari yang dipersyaratkan oleh Senior Notes perseroan," sambungnya.


Sementara itu, perseroan berinisiatif untuk mengembangkan energi terbarukan dengan mengoperasikan 21,2 MWp PLTS Atap, penyediaan layanan Renewable Energy Certificate (REC), fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan juga peningkatan penggunaan biomassa untuk co-firing pada PLTU Babelan dan mengurangi penggunaan batubara.


"Atas inisiatif tersebut, sepanjang tahun 2023, POWR berhasil menyalurkan energi ramah lingkungan sebesar 95 GWh atau meningkat sebesar 101,8 persen dibandingkan tahun lalu," pungkasnya.


Pada tahun 2024 ini, untuk PLTS Atap akan disusulkan dengan tambahan 17,5 MWp yang saat ini sedang dalam proses instalasi dan penyelesaian kontrak dan juga peningkatan penggunaan biomassa menjadi 86 kTon meningkat sebesar 59,3 persen dibandingkan tahun lalu.(*)