Presiden Minta Tidak ada Harga Pangan yang Naik Kecuali Gabah
:
0
Kepala Badan Pangan Nasional / National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo. Foto: Badan Pangan Nasional
EmitenNews.com - Pemerintah bersiap memastikan ketersediaan dan kestabilan harga pangan pokok strategis bagi masyarakat jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri. Terlebih ada perintah Presiden Prabowo Subianto untuk menurunkan harga, terkecuali harga gabah kering panen di tingkat petani.
"Jadi perintahnya Bapak Presiden adalah harga tidak boleh ada yang naik. Yang boleh naik hanya gabah kering panen milik petani. Harga di petani dan peternak juga harus bagus. Itu yang ingin pemerintah jaga terus selama HBKN nanti," ungkap Kepala Badan Pangan Nasional / National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) di Kementerian Pertanian, Jakarta pada Senin (17/2/2025).
Lebih lanjut, sebagai tindak lanjut hasil Rakor Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang telah digelar Rabu (12/2/2025) yang lalu. Pemerintah mengajak peran aktif seluruh pemerintah daerah guna menyukseskan upaya pengamanan pasokan dan harga pangan.
"Kami di Badan Pangan Nasional telah menyampaikan imbauan ke seluruh Gubernur, Wali Kota, dan Bupati seluruh Indonesia untuk dapat mendukung strategi pengamanan pasokan dan harga pangan jelang HBKN. Ini merupakan tindak lanjut dari apa yang sudah kita bahas dalam Rakor SPHP sebelumnya," sebutnya.
Dalam surat yang ditandatanganinya, Arief menyampaikan 4 ihwal yang penting untuk dilaksanakan bagi tiap pemerintah daerah (pemda). Pertama, pemda agar melakukan pendataan ketersediaan stok dan harga bahan pangan. Kedua, pemda agar dapat melakukan pengendalian dan tindakan preventif terhadap potensi terjadinya gejolak pasokan dan harga pangan.
Selanjutnya, pemda agar terus laksanakan pemantauan dan pengawasan pasokan dan harga pangan secara berkala. Terakhir, NFA mendorong pemda menerapkan kerja sama antara daerah, khususnya daerah yang defisit atau berpotensi dan cenderung mengalami gejolak harga pangan.
"Kalau terkait serapan Bulog dari petani padi kita, tentunya daerah yang masih di bawah, harus didorong naik. Seperti di Sumatera Selatan, kan kemarin masih di bawah Rp 6.500, sudah dikomunikasikan dan pengusaha di sana akan membeli dengan Rp 6.500, any quality. Sekarang serapan Bulog sudah sekitar 8 ribu-10 ribu ton per hari," bebernya.
Terkait itu, realisasi pengadaan setara beras yang sedang digencarkan oleh Perum Bulog, per 14 Februari, telah berada di angka 75,2 ribu ton. Realisasi ini sama dengan 2,51 persen terhadap target yang telah ditetapkan pemerintah.
"Kita optimis Bulog mampu melaksanakan penugasan serap panen dalam negeri. Tren menunjukkan nanti penyerapan Bulog di Maret akan mulai menanjak seiring dengan adanya surplus antara produksi terhadap konsumsi secara bulanan," tutup Arief.
Menilik neraca produksi dan konsumsi beras yang disusun NFA, surplus produksi terhadap konsumsi akan terjadi mulai Maret 2025 ini. Proyeksi produksi Januari 2025 berada di angka 1,33 juta ton dengan kebutuhan konsumsi sebulan 2,59 juta ton. Sementara produksi Februari 2025 dapat di angka 2,10 juta ton dan Maret 2025 dapat melejit hingga 5,24 juta ton.
Related News
Efek MSCI Berlanjut! IHSG Ambruk ke 6.370, DSSA-TPIA-CUAN Auto Ambles
Manjakan Gen Z, IPOT Sodorkan Aplikasi Trading Berbasis AI Real Time
IHSG Sesi I Terjun 3,08 Persen ke 6.396 saat Pejabat Negara Sidak BEI
KISI Catat 2.000 Rekening Mahasiswa Baru Q1-2026, Ada Challenge Lagi!
KISI Challenge: Step Higher Hadir Gairahkan Pasar Modal
Oki ke INA, Mandiri Sekuritas Tunjuk Alex Jadi Plt Dirut





