Prihatin! Rugi AirAsia Indonesia jadi Rp1,45T, Melonjak 85,95 Persen
:
0
Ilustrasi AirAsia Indonesia. Dok. AirAsia Newsroom.
EmitenNews.com - Prihatin atas kinerja PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP). Emiten penerbangan bertarif rendah itu, mencatatkan rugi bersih Rp1,45 triliun pada semester I-2026. Terjadi pelonjakan sampai 85,95% dari porsi Rp787,71 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Perseroan mengungkap, penyebab adanya kenaikan biaya terutama dipicu oleh beban bahan bakar yang melonjak menjadi Rp1,99 triliun dari Rp1,58 triliun
Laporan keuangan perseroan di BEI, seperti dikutip Kamis (30/7/2026), mencatat keadaan rugi tersebut membuat rugi per saham dasar perseroan meningkat menjadi Rp135,56 dari sebelumnya Rp73,72.
Kemudian, dari sisi pendapatan usaha juga mengalami penurunan tipis, dari Rp3,97 triliun menjadi Rp3,9 triliun. Di sisi lain, total beban usaha meningkat menjadi Rp4,83 triliun, dibandingkan Rp4,5 triliun pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, kenaikan biaya terutama dipicu oleh beban bahan bakar yang melonjak menjadi Rp1,99 triliun dari Rp1,58 triliun. Sedangkan beban perbaikan dan pemeliharaan turun menjadi Rp851,85 miliar, sedangkan biaya pelayanan pesawat dan penerbangan juga menurun menjadi Rp396,62 miliar.
Di luar itu, Air Asia juga terbebani oleh rugi selisih kurs dari aktivitas operasional yang melonjak menjadi Rp447,95 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan Rp28,89 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Akibatnya, rugi usaha membengkak menjadi Rp922,27 miliar, dari sebelumnya Rp529,46 miliar.
Parahnya, rugi selisih kurs dari aktivitas pendanaan ikut meningkat tajam menjadi Rp322,84 miliar, meski beban keuangan turun menjadi Rp204,31 miliar dari Rp228,28 miliar.
Kemudian, dari sisi neraca, kondisi keuangan perseroan masih menghadapi tekanan. Total aset Air Asia turun menjadi Rp4,73 triliun pada akhir Juni 2026, dari porsi Rp5,05 triliun pada akhir 2025.
Total liabilitas menjadi Rp16,91 triliun dan defisiensi modal menjadi Rp12,18 triliun. ***
Related News
Harga Turun 14% dalam Sebulan, Presdir TOWR Serok 2,57 Juta Saham
Hanna Fadel Muhammad Jadi Komut, Right Issue IRSX On The Track
MDKA Bidik Kinerja Lebih Kuat di Semester II, Ditopang Dua Proyek
Emiten Gocap (EPAC) Wacanakan Buyback & Rights Issue Jelang Aturan Rp1
Lampu Hijau OJK, ENRG Rights Issue IV Rp4,12T, Ini Jadwal Lengkapnya
Komisaris Medco Energi (MEDC) Sempat Jual 3 Juta Saham Senilai Rp4,5M





