Produksi dan Sales Nikel Matte Vale (INCO) Semester I Turun, Laba?
:
0
Produksi dan penjualan nikel matte PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun di Semester Pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Foto: Vale Indonesia
EmitenNews.com - Produksi dan penjualan nikel matte PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sepanjang semester pertama 2026 turun dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (29/7/2026), produksi nikel matte PT Vale di enam bulan pertama 2026 mencapai 29.773 metrik ton (ton). Turun dibandingkan Semester I 2025 yang mencapai 35.584 ton.
Sementara itu, penjualan nikel matte PT Vale di Semester I 2026 mencapai 27.659 ton atau turun dibandingkan enam bulan pertama tahun lalu yang mencapai 35.119 ton.
Meski dari sisi produksi dan penjualan nikel matte turun, namun pendapatan Vale Indonesia di Semester Pertama 2026 mencapai 543 juta dolar AS, naik dibandingkan Semester I 2025 yang sebesar 423 juta dolar AS.
Tidak itu saja, dari sisi laba, per Semester I 2026 PT Vale meraih laba 104 juta dolar AS naik lebih 400 persen dibandingkan Semester I 2025 yang hanya sebesar 25 dolar AS.
Meningkatnya pendapatan dan laba PT Vale antara lain disumbang oleh harga realisasi rata-rata nikel matte yang mencapai 14.491 dolar AS per ton, di atas harga realisasi rata-rata Semester Pertama 2025 yang mencapai 12.014 dolar AS per ton.
Di samping itu, karena volume penjualan bijih nikel saprolit dan limonet Blok Bahodopi sepanjang Semester I 2026 mencapai 1.960.758 wet metric ton (wmt). Sementara di Semester I 2025 masih nol. Sedangkan dari Blok Pomalaa penjualan di Semester I 2026 sebesar 1.347.387 wmt naik ratusan kali lipat dari Semester I 2025 yang sebesar 147.491 wmt.
Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) di Semester I 2026 mencapai 196 juta dolar AS dibandingkan Semester I 2025 yang sebesar 92 juta dolar AS.
Peningkatan laba Vale memuat laba per sahamnya pun naik menjadi 0,0099 dolar AS di Semester I 2026 dibandingkan 0,0024 dolar AS di Semester I 2025.
Kinerja Kuartal Kedua
Related News
Wismilak Inti Makmur (WIIM) Raih Penjualan Neto Rp3,23, Ada kenaikan
Pasar Petrokimia Volatil, Ini Deretan Pengungkit Pendapatan TPIA
Bank Syariah (BRIS) Sukses Perdagangkan 8,06 Ton Emas, Ini Rahasianya
Meski Persaingan Ketat, Pendapatan Metrodata (MTDL) Naik Jadi Rp13,6T
Diversifikasi Mesin Cuan, Laba RISE Meroket 273 Persen Semester I 2026
Direktur Bank JTrust Ini Tambah Porsi Saham, Bidik Investasi Langsung





