Profit Taking Lanjut, IHSG Kembali Susuri Zona Merah
:
0
Pergerakan saham di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak cenderung melemah terbatas hari ini, Jumat, 16 Agustus 2024. Sepanjang perdagangan IHSG akan menguji classic support level 7.356, dan resistance level 7.460. IHSG berpotensi melanjutkan koreksi menyusul aksi taking profit para investor.
Menilik pergerakan IHSG sudah naik signifikan, sangat wajar kalau IHSG pullback terlebih dahulu sebelum melanjutkan penguatan. Namun, kalau mengacu indeks global, pada perdagangan kemarin (15/08), indeks major Amerika Serikat (AS) serempak menguat seperti Dow Jones 1,39 persen, Nasdaq 2,32 persen, dan S&P 500 1,61 persen.
Kondisi itu, dapat menjadi katalis pendongkrak bagi IHSG. Nah, dari segi indikator teknikal, stochastic pada IHSG menunjukkan potensi adanya dead cross pada area overbought sebagai indikasi IHSG sudah jenuh beli. Oleh sebab itu, IHSG rawan untuk melanjutkan pelemahan.
Berdasar data itu, StocKnow.id menyarankan investor untuk mengoleksi saham pilihan berikut. Yaitu, Aneka Tambang alias Antam (ANTM) Rp1.385 dengan take profit di kisaran Rp1.440-1.470, dan stop loss Rp1.340 per eksemplar.
Harum Energy (HRUM) Rp1.380 dengan take profit di level Rp1.425-1.470, dan stop loss Rp1.330 per lembar. Dan, terakhir Timah (TINS) Rp1.025 dengan take profit di kisaran Rp1.065-1.090, dan stop loss Rp985 per eksemplar.
Kemarin, IHSG susut 26,5 poin alias 0,36 persen menjadi 7.409. Volume perdagangan 17,1 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp9,4 triliun. Sementara itu, investor asing mencatat net buy sebesar Rp393 miliar. (*)
Related News
Awalnya Nihil, Nippon Steel Kowa Kini Genggam Saham VRNA
Direktur TAPG Borong 200 Ribu Saham, Kepemilikan Meningkat
Samuel Sekuritas Pangkas Proyeksi Laba Perbankan 2026, Ini Penyebabnya
IHSG Jumat (3/7) Terbang 2,28 Persen, BBCA Kembali Dominasi Transaksi
XLSMART dan Kemenaker Sodorkan Future Ready, Targetnya ini
Sinarmas AM Luncurkan DPLK Digital Pertama di RI, Bidik AUM Rp150M





