Prospek dan Peta Risiko Green Bond 2026
Ilustrasi foto investasi. Foto: Canva.com
Bagi investor, uji tuntas (due diligence) perlu bergeser dari sekadar label demi data yang berkualitas. Fokusnya adalah konsistensi baseline, metodologi perhitungan, indikator material, serta keterbukaan atas risiko, termasuk risiko nilai tukar dan risiko proyek. Sementara bagi regulator dan ekosistem pasar, tantangannya adalah menjaga keseimbangan. Standar yang ketat untuk menutup ruang klaim berlebihan tetapi juga efektif agar emiten tidak terhambat oleh beban administratif yang kurang proporsional.
Pada akhirnya, green bond akan terus menjadi instrumen penting, bukan karena kata “green” nya, melainkan karena memaksa pasar mengukur kepercayaan dengan data empiris. Tahun 2026 berpotensi besar akan menjadi titik seleksi alam. Emiten yang hanya menjual warna hijau akan tersisih oleh emiten yang mampu menunjukkan jejak dana dan dampak. Last but not least, di pasar obligasi, kepercayaan memang kupon termahal.
Related News
Pergerakan Saham Konglomerasi Masih jadi Barometer Arah Pasar?
OJK Nilai Aturan Baru Pajak Kripto Modal Penting Pembangunan Industri
Rekor Aksi Korporasi Rp491T, Inikah Mesin Utama Ekonomi RI di 2026?
Laba Rekor, Kok Saham Ambles? Tantangan Emiten Bank Himbara 2026
Sebuah Studi Kasus, Regulasi Kebijakan Acuan Kunci Investasi
Ingat, Pasar Saham Bukan Kasino





