Prospek Stabil, Pefindo Pertahankan Rating idAAA untuk BSI (BRIS)
:
0
Kantor pusat Bank Syariah Indonesia. Sumber foto: Istimewa.
EmitenNews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) melanjutkan label peringkat idAAA dengan prospek stabil untuk PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI).
Selain itu, Pefindo juga menyematkan peringkat idAAA(sy) untuk Sukuk Mudharabah Berlandaskan Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank BSI Tahun 2024 serta peringkat idAA(sy) untuk Sukuk Mudharabah Subordinasi Jangka Menengah BSI Tahun 2023.
Handhayu Kusumowinahyu dan Reza Firdaus selaku Analis Pefindo dalam pernyataan resminya dikutip pada Rabu (12/2/2026) menyampaikan bahwa peringkat perusahaan terutama dipengaruhi oleh kemungkinan yang sangat kuat akan adanya dukungan dari pemegang saham pengendali, yakni Pemerintah Indonesia. Lalu, profil kredit berdiri sendiri (stand-alone credit profile) BSI dinilai mencerminkan posisi yang sangat kuat di segmen perbankan syariah, permodalan yang sangat kuat, serta likuiditas dan fleksibilitas keuangan yang sangat kuat.
Meski demikian, peringkat tersebut tetap dibatasi oleh tingkat persaingan industri yang ketat serta kondisi makroekonomi yang menantang.
Pefindo menyatakan peringkat dapat diturunkan apabila terdapat indikasi penurunan dukungan dari pemerintah, yang dapat tercermin dari tidak adanya dukungan pemegang saham pengendali ketika BSI mengalami penurunan profil kredit berdiri sendiri.
Per 23 Januari 2026, BSI resmi bertransformasi menjadi bank milik negara, dengan Pemerintah Indonesia melalui Danantara sebagai pemegang saham pengendali. Struktur kepemilikan terdiri atas Pemerintah Indonesia yang diwakili Danantara dengan satu saham Seri A Dwiwarna. Sementara saham Seri B dimiliki oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar 51,47 persen, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebesar 23,24 persen, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar 15,38 persen. Adapun 9,91 persen sisanya dimiliki publik.
Secara operasional, BSI didukung oleh 16.274 karyawan, 1.131 kantor, dan sekitar 6.000 ATM yang tersebar di seluruh Indonesia.
Related News
Bertahan di MSCI Small Cap, Emiten Minimarket Ini Cetak Laba Naik 3,9%
Dividen Interim Kedua, IFII Tebar Lagi Rp47,06 Miliar Setara Rp5/Saham
Penjualan Snack Meningkat, AISA Catat Penjualan Tumbuh 12 Persen di Q3
PTPP Raih Kontrak Baru Proyek EPC Dermaga 11 Pupuk Kaltim Rp400 Miliar
ITMG Tebar Dividen Interim USD74,2 Juta, Catat Jadwalnya
BEI Buka Gembok Dua Saham, Satu Melejit Kencang ke Harga ARA Meski HSC





