EmitenNews.com - Adhi Karya (ADHI) mempunyai sisa dana right issue Rp1,74 triliun. Dana tersebut ditampung di dua bank BUMN yaitu Bank BNI (BBNI), dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Penempatan berdurasi masing-masing 1 tahun.

Penempatan dana tersebut dibalut dengan tingkat bunga atau bagi hasil di kisaran 4,5-4,6 persen. Penempatan di Bank BNI senilai Rp439,99 miliar dengan tingkat bunga atau bagi hasil 4,5 persen. Durasi waktu penempatan sepanjang 1 tahun.

Lalu, sejumlah Rp1,38 triliun mengendap di Bank BRI dengan balutan tingkat bunga atau bagi hasil 4,6 persen dengan tempo 1 tahun. Selanjutnya, Rp905,29 miliar dana hasil right issue terserap untuk sejumlah kebutuhan perseroan.

Di antaranya Rp828,69 miliar alias 31,29 persen untuk setoran modal kepada PT Jasamarga Jogja Solo (JJS) dalam membiayai pembangunan proyek Tol Solo Yogyakarta-YIA Kulon Progo. Lalu, Rp26,29 miliar atau 1 persen setoran modal kepada PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) dalam membiayai pembangunan Proyek Tol Yogyakarta-Bawen.

Berikutnya, sejumlah Rp47,61 miliar setara 1,79 persen Setoran modal kepada PT Jalintim Adhi Abipraya. Dan, terakhir senilai Rp2,69 miliar selevel 0,10 persen untuk setoran modal untuk investasi bidang pengolahan limbah dan jalan tol.

Sekadar informasi, pada 14 Oktober 2022 silam, perseroan menggeber right issue dengan raihan dana kotor senilai Rp2,66 triliun. Nah, setelah dikurangi biaya emisi-emisi Rp14,21 miliar, Adhi Karya mengoleksi dana bersih right issue Rp2,65 triliun. (*)