Punya Basis di Bogor dan Solo, TBS Energi (TOBA) Akuisisi Perusahaan Pengelolaan Limbah
:
0
EmitenNews.com -PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) memutuskan untuk mengakuisisi penuh PT Arah Environmental Indonesia (ARAH), sebuah perusahaan pengelolaan limbah berbasis di Bogor dan Solo. Hal tersebut jadi sebuah langkah strategis perseroan untuk menjadi pemain utama di bidang bisnis hijau.
Berdasarkan laporan terbaru kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan telah mengumumkan bahwa akuisisi ARAH dilaksanakan melalui anak perusahaan, PT Solusi Bersih TBS (SBT).
Direktur Utama SBT, Nafi Sentausa mengatakan, dibentuk pada tahun 2008, ARAH pertama kali didirikan sebagai Perusahaan pengangkut limbah medis yang beroperasi di wilayah Jawa Barat dan Jabodetabek.
Aksi strategis tersebut mengikuti langkah akuisisi sebelumnya atas Asia Medical Enviro Services ( AMES ) yang berbasis di Singapura pada Agustus 2023.
Berdasarkan laporan terbaru kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan telah mengumumkan bahwa akuisisi ARAH dilaksanakan melalui anak perusahaan, PT Solusi Bersih TBS (SBT).
SBT baru-baru ini menyelesaikan penerbitan saham baru sejumlah 207.300 saham, yang merepresentasikan 33,07 persen dari total kepemilikan saham di perusahaan. Penerbitan saham ini secara khusus bertujuan untuk mengakuisisi 99,9 persen saham di ARAH .
"Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam transisi menuju bisnis yang lebih berkelanjutan. Fokus kami adalah mengurangi intensitas emisi secara signifikan sambil memperkuat posisi kami sebagai pemain kunci di tingkat regional," ujar Direktur Utama SBT Nafi Sentausa, Senin (29/1/2024).
Menurutnya, inisiatif itu bukan hanya merepresentasikan upaya perusahaan untuk melebarkan sayap bisnis di sektor bisnis ramah lingkungan, tetapi juga sejalan dengan tujuan TBS untuk mencapai komitmen Towards a Better Society 2030 (TBS2030).
Lebih lanjut, akuisisi ini juga memantapkan posisi TBS sebagai pelopor dalam industri pengolahan limbah terintegrasi di skala regional, khususnya di wilayah Asia Tenggara.
"Dengan memperluas bisnis kami dalam pengelolaan limbah medis, limbah B3, limbah domestik, dan limbah elektronik melalui SBT, kami bertujuan memberikan kontribusi substansial terhadap efisiensi operasional, stabilitas keuangan, dan keberlanjutan jangka panjang Perseroan," papa Nafi.
Related News
AEP Nusa Caplok 98,26 Persen Saham PNGO, Sinyal Backdoor Listing?
Laba CBDK Melesat, Capai 317 Persen Q1 2026
Kuartal I, Laba dan Pendapatan SMIL Kompak Meledak
Grup Lippo (LPGI) Bagi Dividen Rp144,73 Miliar, Cair 29 Mei 2026
Kinerja Solid, CBDK Catat Lompatan Laba 317 Persen Kuartal I
TUGU Guyur Dividen Rp355,53 Miliar, Intip Jadwal Lengkapnya





