RDMP Segera Beroperasi, KPBA Raih Peringkat idAAA(sf)
:
0
Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. (Foto: Daily Kaltim)
EmitenNews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat idAAA(sf) untuk PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPBA) di tengah penyelesaian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dan Lawe-Lawe. Proyek pengembangan kilang minyak tersebut ditargetkan memperoleh status pencapaian operasional penuh (full operational acceptance) pada November 2026.
Berdasarkan laporan Ikhtisar Peringkat Pefindo yang dirilis Rabu (14/10), peringkat idAAA(sf) mencerminkan dukungan sponsor yang sangat kuat, struktur proyek yang kokoh, serta permintaan yang stabil terhadap produk minyak bumi di Indonesia. Peringkat tersebut dibatasi oleh ketergantungan yang tinggi terhadap penyelesaian proyek dan leverage keuangan yang tinggi.
Pefindo menyamakan peringkat KPBA dengan pihak pengendali akhir, yakni PT Pertamina (Persero), berdasarkan penilaian kriteria keterkaitan induk dengan proyek tersebut. Peringkat dapat diturunkan jika tidak ada dukungan induk langsung dari PT Pertamina (Persero) dalam menjaga pembayaran utang KPBA, yang mengindikasikan adanya pelemahan dari dukungan sponsor.
Proyek pengembangan RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas produksi kilang menjadi 360.000 barel per hari dari sebelumnya 260.000 barel per hari, dengan kualitas produk sesuai standar Euro V. Selain menggarap RDMP, KPBA juga akan mengoperasikan bisnis kilang minyak eksisting di Unit Kilang V Balikpapan, Kalimantan Timur.
Per 30 Juni 2026, pemegang saham KPBA terdiri dari PT Pertamina Patra Niaga (PPN) sebesar 99,9974 persen dan PT Pertamina Pedeve Indonesia sebesar 0,0026 persen. Kedua pemegang saham tersebut merupakan bagian dari grup Pertamina.(*)
Related News
Bidik Pasar Asia, SMLE Gaet Raksasa Pangan Denmark
Rugi Bengkak, WSBP Kuartal III Pikul Defisit Rp10,4 Triliun
INKP Pakai Refinancing untuk Lunasi Utang Rp585 Miliar
Beli 284 Ribu Helai, Pemegang Saham SMKM Ini Perbesar Porsinya
CLEO Bidik Pertumbuhan Dobel Digit, Ditopang Inovasi dan Ekspansi
Low Tuck Kwong Borong Lagi Saham BYAN, Gelontor Rp5,6 Miliar





