Reli Emas 2 Hari Terakhir Sundul Kenaikan Saham HRTA–ARCI Cs Hari Ini
:
0
Maskot Banteng Wulung milik BEI. Foto: EmitenNews.
EmitenNews.com - Harga emas di pasar spot melanjutkan reli dalam dua hari perdagangan terakhir. Emas naik sekitar +5% dari USD4.077/oz pada penutupan Selasa (4/8) ke USD4.292/oz pada Kamis (6/8) pagi.
Theodorus Melvin, Investment Analyst Stockbit dalam risetnya Kamis (6/8) memaparkan bahwa data Bloomberg mencatat kenaikan didorong oleh melandainya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Sentimen ini muncul seiring tanda-tanda kemajuan pembukaan kembali Selat Hormuz. Iran menyatakan telah mencapai kesepakatan dengan Oman terkait usulan jalur pelayaran sementara selama 2–4 bulan.
Selain itu, pelaku pasar diungkap Theodorus, kini memperkirakan The Fed hanya akan menaikkan suku bunga 1x hingga akhir tahun. Angka ini turun dari ekspektasi pekan lalu yang memperkirakan 2x kenaikan.
Investment Research Stockbit menilai kenaikan harga emas berpotensi memberi sentimen positif jangka pendek bagi emiten sektor emas.
"Kenaikan harga emas berpotensi memberikan sentimen positif jangka pendek bagi emiten di sektor emas — seperti AMMN, BRMS, EMAS, ARCI, ANTM, PSAB, HRTA, dan MDKA — karena berpotensi meningkatkan harga jual rata–rata (ASP) dan volume transaksi perseroan," terang Theodorus.
Sejalan dengan itu, saham-saham emas kompak menguat pada intraday perdagangan Kamis (6/8).
HRTA memimpin dengan kenaikan 6,50% ke Rp2.130. Disusul ARCI +4,76% ke Rp1.210, ANTM +2,28% ke Rp3.140, PSAB +0,88% ke Rp456, dan EMAS +0,68% ke Rp7.450.
Sementara BRMS stagnan, saham emiten grup Salim yakni, AMMN dan emiten induk grup Merdeka (MDKA) justru terkoreksi.
Related News
Baramulti (BSSR) Tebar Dividen Interim Rp406 per Saham, Cek Jadwalnya!
RKAB 3 Anak Usaha BYAN Terbit, ESDM Pastikan Tak Terkait Haji Isam
Akuisisi Saham Bayan (BYAN) Oleh Emiten Haji Isam Belum Kantongi Izin
Hemat Biaya Sewa, DYAN Beli Aset Rp36M dari Dapen Kompas Gramedia
Kurangi Porsi jadi 56,56 Persen, Infiniti Wahana Masih Pengendali SAFE
Tambah Saham Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) Lagi, UBS AG Sasar Ini





