Peta jalan dekarbonisasi industri nikel yang sedang disusun Bappenas harus menjadi kompas bagi kebijakan fiskal ini. Sektor industri nikel hari ini sangat menentukan apakah Indonesia mampu mencapai target Net Zero Emission pada 2060. Tanpa transformasi ke arah energi bersih di sisi pengolahan, predikat Indonesia sebagai pemain kunci kendaraan listrik akan selalu dibayangi oleh isu kerusakan lingkungan dan emisi tinggi. Nikel harus menjadi jembatan menuju kedaulatan energi, di mana baterai yang diproduksi di dalam negeri digunakan untuk menstabilkan jaringan listrik berbasis energi terbarukan di seluruh nusantara.

Pendeknya, rencana Bahlil Lahadalia ini adalah sebuah langkah berani untuk menegaskan kedaulatan ekonomi atas sumber daya alam. Kesuksesannya tidak hanya akan diukur dari seberapa banyak triliun rupiah yang masuk ke kas negara, tetapi dari seberapa tangguh industri nikel nasional bertransformasi menjadi pilar ekonomi hijau yang berkelanjutan. Karena itu, Indonesia sedang melakukan perjudian besar di pasar komoditas global, sebuah perjudian yang, jika dimenangkan, akan menempatkan bangsa ini di puncak rantai nilai industri masa depan, bukan sekadar sebagai penyedia bahan baku bagi kemajuan bangsa lain. Imej Indonesia sebagai eksportir mineral mentah harus benar-benar dikubur dan digantikan dengan identitas baru sebagai pusat energi hijau dunia yang berdaulat secara fiskal dan lingkungan.

Keterangan: Tulisan ini merupakan pemikiran penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi EmitenNews.