Resmi Degradasi, AMRT Huni Dasar Klasemen Top Losers
:
0
Petugas kebersihan tampak menyisir area teras Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak variatif. Menyudahi pekan ini di level 6.127. Itu setelah sepanjang perdagangan dalam tempo sepekan mengalami koreksi 0,56 persen dari sebelumnya di posisi 6.162. Fakta itu, tersaji berdasar data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 25-29 Mei 2026.
Perosotan IHSG itu, menjalar pada pola gerak sejumlah emiten. Terutama saham dalam kelompok top losers. Koreksi paling parah melanda saham-saham berikut. Yaitu, Asia Pramulia (ASPR) melorot 37,85 persen atau 109 poin menjadi Rp179 per lembar dari Rp288. Pacific Financial (APIC) longsor 27,14 persen setara 365 poin menjadi Rp980 per saham dari Rp1.345.
LCK Global (LCKM) anjlok 24,82 persen alias 35 poin menjadi Rp106 per helai dari Rp141. MNC Digital (MSIN) merosot 24,07 persen selevel 130 poin menjadi Rp410 per eksemplar dari Rp540. Dafam Property (DFAM) terpangkas 23,57 persen setara 33 poin menjadi Rp107 per saham dari Rp140.
Fore Indonesia (FORE) terkoreksi 22,10 persen atau 200 poin menjadi Rp705 per lembar dari Rp905. Bank Aladin (BANK) menukik 21,71 persen alias 66 poin menjadi Rp238 per helai dari Rp304. Intermedia (MDIA) jeblok 20,91 persen setara 23 poin menjadi Rp87 per lembar dari Rp110.
Sawit Sumbermas (SSMS) menciut 20 persen selevel 175 poin menjadi Rp700 per eksemplar dari Rp875. Dan, Sumber Alfaria (AMRT) terdilusi 19,30 persen alias 275 poin menjadi Rp1.150 per lembar dari Rp1.425. Khusus AMRT terdegradasi dari MSCI Global Standard ke MSCI Global Small Cap.
Sepanjang perdagangan kemarin, AMRT sejatinya hanya susut 40 poin atau 3,36 persen menjadi Rp1.150. Menemani AMRT, sebagai sesama mantan personel MSCI Global Standard, Chandra Asri Pacific (TPIA) terkoreksi 115 poin atau 6,05 persen menjadi Rp1.785. Sementara empat emiten bekas konstituen MSCI tampil impresif.
Barito Renewables Energy (BREN) meroket 660 poin atau 25 persen menjadi Rp3.300. Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) melejit 125 poin atau 24,75 persen menjadi Rp630. Dian Swastatika Sentosa (DSSA) surplus 60 poin atau 13,89 persen menjadi Rp492. Dan, Amman Mineral Internasional (AMMN) melonjak 190 poin atau 6,11 persen menjadi Rp3.300.
Sekadar informasi, hasil review indeks MSCI efektif pada penutupan perdagangan Jumat, 29 Mei 2026, dan mulai berlaku efektif sejak perdagangan 1 Juni 2026 mendatang. Menyusul bursa lokal libur pada 1 Juni 2026, maka perdagangan saham emiten alumni MSCI mulai berlaku sejak 2 Juni 2026. (*)
Related News
Duh! IHSG Ditutup Melemah, Rupiah pun Kian Tertekan
Comeback! Emiten Prajogo Kuasai Panggung Top Gainers Pekan ini
IHSG Sepekan Turun Tipis, Asing Kabur Rp53,97 Triliun
Akhiri Mei, IHSG Malah Gagal Melesat, Saham Buangan MSCI Dominan Hijau
IHSG Siang (29/5) Ngacir, Investor Ramai-Ramai Buy on Weakness
Temuan Kementan: 85,56 Persen Beras Premium Tak Penuhi Standar





