EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menanggapi pengumuman MSCI pada 15 Oktober 2026, waktu setempat. Pasalnya, terdapat sejumlah hal yang disampaikan penyedia indeks global itu, termasuk pertimbangan reklasifikasi market Indonesia menjadi Standalone Market.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik menyatakan menghormati keputusan MSCI dalam memberikan penilaian dan menentukan klasifikasi pasar berdasarkan metodologi yang mereka miliki.

Akan tetapi, BEI akan meminta klarifikasi lebih lanjut kepada MSCI mengenai dasar pertimbangan dan penilaian yang melatarbelakangi pengumuman tersebut.

“BEI menghormati independensi MSCI dalam melakukan penilaian dan menentukan klasifikasi pasar berdasarkan metodologi yang dimilikinya. Namun demikian, dengan mempertimbangkan berbagai kemajuan dan langkah reformasi yang telah dilakukan, BEI akan meminta klarifikasi lebih lanjut kepada MSCI mengenai dasar pertimbangan dan penilaian yang melatarbelakangi pengumuman tersebut,” kata Jeffrey dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10) pagi.

Pasalnya, Jeffrey menganggap, BEI bersama OJK telah melakukan berbagai langkah konkret untuk meningkatkan transparansi, integritas, dan kualitas pasar modal Indonesia.

MSCI pun mengapresiasi akan hal tersebut, sehingga itu mencerminkan komitmen berkelanjutan otoritas dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat kredibilitas serta daya saing pasar modal Indonesia.

“Berbagai langkah perbaikan tersebut telah mendapatkan apresiasi dan respons positif dari investor global maupun lembaga penyedia indeks internasional,” ujar Jeffrey.

Ia juga menekankan, pengumuman MSCI masih terkait proses konsultasi semata, bukanlah keputusan final. Sebab, masih terdapat rentang waktu hingga 30 April 2027 untuk MSCI menerima masukan.

“Ke depan, BEI akan terus berkoordinasi secara erat dengan OJK dan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk memastikan perdagangan efek di pasar modal Indonesia senantiasa berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien, sekaligus menjaga kepercayaan investor domestik maupun global,” tutur Jeffrey.