Risiko Rendah, Utang Subordinasi KB Bank Raih Peringkat AA
:
0
Foto : KB Bank
EmitenNews.com - Fitch Ratings Indonesia memberikan peringkat nasional AA(idn) untuk penerbitan utang subordinasi tahap kedua senilai Rp500 miliar milik PT Bank KB Indonesia Tbk atau KB Bank (IDX: BBKP). Instrumen utang tersebut diterbitkan di bawah program obligasi subordinasi berkelanjutan keempat perseroan.
Pengumuman pemeringkatan tersebut dirilis oleh lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings dari kantor Singapura dan Jakarta pada Senin (26/10/2026).
Peringkat nasional AA yang disematkan menunjukkan ekspektasi tingkat risiko gagal bayar yang sangat rendah dibandingkan dengan emiten atau instrumen utang lainnya di dalam negeri. Risiko gagal bayar yang inheren tercatat hanya sedikit berbeda dari emiten atau obligasi dengan peringkat tertinggi di Indonesia.
Fitch menetapkan obligasi subordinasi Tier 2 berdenominasi rupiah milik KB Bank pada posisi dua tingkat di bawah peringkat acuan atau anchor, yaitu Peringkat Nasional Jangka Panjang bank tersebut. Penilaian ini mencerminkan tingkat keparahan kerugian yang memperhitungkan sifat subordinasi obligasi serta prospek pemulihan yang kurang menguntungkan dibandingkan kewajiban senior tanpa jaminan.
Selain itu, instrumen utang Tier 2 tersebut dilengkapi dengan fitur write-off permanen, baik pada pokok maupun bunga secara penuh atau sebagian, yang dapat diaktifkan apabila bank mendekati titik non-viabilitas. Obligasi subordinasi ini juga memiliki fitur penundaan dan akumulasi kupon jika posisi modal bank berada di bawah ketentuan regulasi.
Peringkat KB Bank sendiri memiliki keterkaitan kredit yang kuat dengan Viability Rating (VR) perusahaan induknya, Kookmin Bank, berdasarkan ekspektasi dukungan luar biasa dari pemegang saham pengendali asal Korea Selatan tersebut.
Bagi sektor perbankan nasional, penetapan peringkat utang subordinasi ini menjadi indikator penting bagi investor dalam memitigasi risiko investasi serta mencerminkan tingkat kesehatan dan struktur permodalan KB Bank di tengah ketatnya persaingan industri keuangan domestik.(*)
Related News
Ikuti Jejak Induk, Laba MAPA Melompat 25,5 Persen
BSI Hari ini Mulai Eksekusi Buyback Rp500 Miliar
Aset Mengembang, Laba Emiten Sandiaga Uno Tumbuh Minimalis
Permintaan Kuat, Laba Produsen Bata Ringan Melangit 484 Persen
Laba Melesat, Back to School Dongkrak Pendapatan MAPI
Laba dan Pendapatan B-LOG Melejit, ini Kuncinya





