Rosan Ungkap Sinyal Positif Investor Asing untuk Pasar RI
diskusi Rencana Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia di Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Minggu 1 Januari 2026 (Emitennews/Rizki)
EmitenNews.com - Pasar modal Indonesia berpeluang kembali bergairah dalam waktu dekat. Hal itu disampaikan CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, usai mencermati dinamika pasar dan respons investor global terhadap sejumlah kebijakan dan rencana reformasi yang tengah disiapkan regulator.
Rosan menyebut, berbagai isu yang muncul dalam beberapa hari terakhir telah terdeteksi secara cepat dan direspons secara positif. Ia meyakini pasar akan menerima langkah-langkah tersebut dengan baik, seiring komunikasi intensif yang dilakukan pemerintah dan pemangku kepentingan dengan investor, khususnya dari luar negeri.
“Dalam dua hari terakhir saya berbicara langsung dengan para investor asing. Respons mereka positif. Mereka memahami situasi yang terjadi dan mengapresiasi sejumlah reformasi yang akan dilakukan,” ujar Rosan dalam acara diskusi Rencana Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia di Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Minggu (1/2/2026).
Salah satu poin yang mendapat apresiasi kuat dari investor global adalah rencana peningkatan free float saham menjadi 15 persen. Menurut Rosan, kebijakan tersebut dipandang sebagai langkah konkret untuk memperdalam likuiditas dan meningkatkan kualitas pasar.
Namun demikian, investor asing juga menyampaikan sejumlah masukan lanjutan. Salah satunya terkait ambang batas keterbukaan kepemilikan investor besar. Saat ini, keterbukaan diwajibkan bagi pemegang saham di atas 5 persen. Investor menilai batas tersebut masih terlalu tinggi.
“Mereka menyampaikan, kalau bisa threshold itu diturunkan. Tidak hanya di 5 persen. Di beberapa negara seperti India itu 1 persen, ada yang 2 persen. Mereka ingin keterbukaan kepemilikan kita setara dengan praktik global,” jelas Rosan.
Menurutnya, penurunan ambang batas keterbukaan menjadi kisaran 1–2 persen akan memperkuat transparansi dan mempersulit praktik pembentukan harga yang tidak wajar. Dengan keterbukaan yang lebih luas, setiap aksi korporasi maupun pergerakan saham akan lebih mudah terdeteksi oleh otoritas maupun pelaku pasar.
Masukan tersebut, kata Rosan, telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia untuk dipertimbangkan lebih lanjut sebagai bagian dari penguatan struktur pasar.
“Kalau ini dijalankan, investor akan jauh lebih confident dengan pasar kita. Dengan langkah-langkah yang sudah dipaparkan hari ini saja, respons mereka sudah sangat positif,” ujarnya.
Rosan pun yakin pasar modal akan membaik dalam waktu dekat
“Insyaallah hari Senin dan seterusnya pasar modal kita akan hidup kembali dan berjalan dengan baik,” tegasnya.
Terkait peran Danantara, Rosan menegaskan bahwa sovereign wealth fund Indonesia tersebut terbuka untuk berinvestasi di pasar modal, baik secara langsung maupun tidak langsung. Investasi akan dilakukan sesuai dengan kebijakan, prinsip kehati-hatian, serta evaluasi atas valuasi dan fundamental aset.
“Danantara bisa masuk ke semua kelas aset, baik publik maupun lainnya. Tapi kami tetap independen. Kalau dari sisi pricing dan fundamentalnya bagus, kami terbuka untuk masuk ke pasar modal,” ujarnya.
Related News
Demutualisasi BEI Tak Ada Perang Kepentingan Danantara?
Tabuh Genderang Reformasi, Pjs Ketua OJK Sampaikan 8 Poin Utama
Antisipasi Cuaca, Kemendag Dorong Distribusi Bapok Sebelum Puasa
Menhub Pastikan Keselamatan Jadi Prioritas Di Tengah Cuaca Ekstrem
Usai Trading Halt, Polri Dalami Indikasi Pidana Terkait Saham Gorengan
Awali 2026, PTPP Peroleh Proyek Gedung Kejaksaan Agung Rp934,36 Miliar





