EmitenNews.com - PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) emiten ritel swalayan konglomerasi grup Lippo membukukan pertumbuhan Penjualan Bersih secara tahunan pada semester pertama tahun 2026. Perseroan juga mencatat perbaikan pada Laba Bruto, Laba Operasional, dan Rugi Bersih dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Adrian Suherman, CEO MPPA dalam keterangan tertulis Kamis (30/7/2026) menyampaikan, "MPPA mencatat perbaikan secara tahunan pada sejumlah indikator keuangan utama selama semester pertama tahun 2026."

Penjualan Bersih MPPA meningkat 3,9% secara tahunan menjadi Rp4.005 miliar. Laba Bruto meningkat 5,2% menjadi Rp699 miliar. Laba Operasional meningkat 74,4% menjadi Rp17,5 miliar, sementara Rugi Bersih Periode Berjalan membaik 41,3% menjadi Rp33,1 miliar.

"Perseroan terus mencatat perbaikan pada indikator operasional, yang mencerminkan kemajuan lebih lanjut dalam pelaksanaan operasional, sementara penguatan kinerja penjualan tetap menjadi salah satu fokus utama," demikian pernyataan Adrian.

Perkembangan Usaha

Adrian berlanjut memetakan, "Portofolio usaha kami yang semakin luas memberikan platform yang lebih besar untuk melayani berbagai segmen pelanggan dan menciptakan peluang pertumbuhan baru yang melengkapi kegiatan usaha ritel utama kami."

Pada April 2026, MPPA menempatkan Toko Mama di bawah PT Fortuna Optima Distribusi (FOD) untuk menyelaraskan pengelolaan ritel berbasis komunitas.

Pada bulan yang sama, MPPA mengakuisisi PT Sunshine Food International (SFI) dan PT Prima Cipta Lestari (PCL) melalui transaksi afiliasi dengan nilai Rp34 miliar. Akuisisi tersebut memperluas kehadiran MPPA dalam kegiatan usaha katering dan restoran.

MPPA juga terus mengembangkan Tomorrow World, sebuah konsep shopping theme park yang menggabungkan unsur ritel, hiburan, dan pengalaman komunitas.

"Kami akan berfokus pada integrasi bisnis-bisnis tersebut secara efektif serta memperkuat fondasi operasionalnya agar dapat memberikan kontribusi yang semakin berarti terhadap kinerja MPPA dari waktu ke waktu," pungkas Adrian.