EmitenNews.com - Fast Food Indonesia (FAST) per 31 Desember 2025 rugi Rp366,05 miliar. Rugi itu menipis 54 persen dari posisi sama tahun sebelumnya tekor Rp796,71 miliar. Dengan demikian, rugi per saham dasar emiten besutan H Isam tersebut turun ke level Rp85 dari sebelumnya Rp200.

Pendapatan Rp4,88 triliun, naik tipis 0,2 persen dari episode sama tahun sebelumnya Rp4,87 triliun. Beban pokok penjualan Rp1,99 triliun, mengalami penyusutan dari akhir tahun 2024 senilai Rp2,03 triliun. Laba kotor terkumpul Rp2,88 triliun, mengalami peningkatan secara minimalis dari Rp2,84 triliun. 

Beban penjualan dan distribusi Rp2,6 triliun, susut dari Rp2,72 triliun. Beban umum dan administrasi Rp665,33 miliar, menciut dari Rp690,45 miliar. Beban operasi lain Rp82,98 miliar, berkurang dari Rp279,96 miliar. Penghasilan operasi lain Rp156,83 miliar, meroket dari akhir tahun sebelumnya Rp63 miliar. 

Rugi usaha Rp311,66 miliar, menipis dari akhir tahun sebelumnya Rp784 miliar. Penghasilan keuangan Rp1,87 miliar, turun dari Rp3,25 miliar. Pajar final atas penghasilan keuangan Rp374,7 juta, susut dari Rp650,46 juta. Beban keuangan Rp90,07 miliar, bengkak dari Rp81,45 miliar. 

Rugi tahun berjalan Rp369,24 miliar, turun dari Rp798,25 miliar. Total ekuitas Rp435,85 miliar, melonjak dari Rp127,73 miliar. Memikul defisit Rp507,62 miliar, bengkak 297 persen dari akhir 2024 senilai Rp148,82 miliar. Jumlah liabilitas Rp4,51 triliun, bertambah dari Rp3,4 triliun. Total aset Rp4,95 triliun, menanjak dari Rp3,52 triliun. (*)