EmitenNews.com - Berlina (BRNA) sepanjang kuartal I-2023 tetap rugi Rp11,97 miliar. Mengalami penyusutan 42 persen dari episode sama tahun sebelumnya tekor Rp20,70 miliar. So, rugi per saham dasar turun menjadi Rp12 dari posisi sama tahun sebelumnya dengan rugi Rp21. 


Penjualan bersih Rp270,71 miliar, turun 2,2 persen dari edisi sama tahun sebelumnya Rp277,08 miliar. Beban pokok penjualan Rp245,03 miliar, turun tipis dari episode sama tahun sebelumnya Rp255,17 miliar. Laba kotor Rp25,67 miliar, melesat 17 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp21,90 miliar. 


Pendapatan lainnya Rp3,22 miliar, naik dari Rp1,14 miliar. Pendapatan bunga dan keuangan Rp19,38 juta, naik dari Rp13,85 juta. Beban penjualan Rp10,59 miliar, bengkak dari Rp10,55 miliar. Beban umum dan administrasi Rp14,20 miliar, susut dari Rp14,97 miliar. Beban bunga dan keuangan Rp19,50 miliar, turun dari Rp20,48 miliar. 


Beban operasi lain Rp1,06 miliar, bengkak dari Rp621 juta. Rugi sebelum pajak Rp16,44 miliar, mengalami penurunan dari edisi sama tahun lalu Rp23,57 miliar. Manfaat pajak penghasilan badan Rp5,99 miliar, menanjak dari Rp3,24 miliar. Rugi tahun berjalan Rp10,45 miliar, berkurang dari Rp20,33 miliar. 


Jumlah ekuitas Rp702,92 miliar, mengalami koreksi tipis dari episode akhir tahun lalu Rp718,89 miliar. Defisit Rp355,62 miliar, naik dari akhir tahun sebelumnya Rp351,07 miliar. Jumlah liabilitas Rp1,12 miliar, mengalami penyusutan dari akhir tahun sebelumnya Rp1,15 miliar. Jumlah aset Rp1,82 miliar, turun dari akhir tahun lalu Rp1,86 miliar. (*)