RUPST Tower Bersama (TBIG) Setujui Penerbitan Obligasi USD900 Juta
:
0
Ilustrasi PT Tower Bersama Infrastructure, Tburek. (TBIG). Dok. Tower Bersama Infrastructure.
EmitenNews.com - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Tower Bersama Infrastructure, Tbk. (TBIG) menyetujui rencana penerbitan surat utang dalam mata uang asing. Dalam rapat di hotel The Westin, Jakarta itu, perseroan mendapat persetujuan menerbitkan obligasi USD900 juta. Dananya untuk pengembangan usaha.
Dalam keterangan yang dikutip Selasa (10/6/2025), RUPST menyetujui beberapa keputusan penting, termasuk rencana penerbitan surat utang atau Notes dalam mata uang asing.
RUPST telah menyetujui rencana penerbitan surat utang atau Notes dalam mata uang asing dengan jumlah pokok keseluruhan sebanyak-banyaknya USD900 juta.
Penerbitan obligasi ini akan dilaksanakan dalam 1 atau beberapa kali penerbitan dalam jangka waktu 12 bulan sejak tanggal diperolehnya persetujuan RUPST.
Penerbitan obligasi ini merupakan transaksi material berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Dengan persetujuan ini, TBIG dapat memperoleh dana untuk mendukung kegiatan bisnis dan pengembangan perusahaan.
Penting diketahui, selain rencana penerbitan obligasi, RUPST juga menyetujui beberapa keputusan lainnya, termasuk rencana pembagian dividen tunai tahun buku 2024 sebesar Rp1,089,4 miliar.
Keputusan lainnya, yaitu pengangkatan kembali anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan.
Rapat juga telah menyetujui pemberian kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Akuntan Publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2025. ***
Related News
Dalam Empat Hari HP Capital In-Out di Saham LUCY, Volumenya Jumbo!
Tuntaskan MTO, AEP Nusantara Holdings Kuasai 99,48 Persen PNGO
Bakrie Metal Borong 3 Miliar Saham VKTR, Kepemilikan Tembus 21,06%
Direktur FAST Dalimin Juwono Mundur, Manajemen Ungkap Ini
Prospek Mineral Kian Cerah, Lonjakan Batu Bara Jadi Katalis Saham BUMI
ARCI Tutup Semester I dengan Apik, Laba Melonjak Jadi USD80 Juta





