Safari Politik Jokowi Bisa Jadi 'Hama' Baru Perekonomian
:
0
Safari politik mantan presiden Jokowi keliling Nusantara. (Foto: CNN Indonesia)
EmitenNews.com - Ekonom INDEF sekaligus Rektor Universitas Paramadina, Prof. Dr. Didik J. Rachbini, menilai safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo membawa konsekuensi negatif bagi perekonomian nasional. Menurutnya, gerakan politik yang dimulai terlalu dini akan menambah ketidakpastian investasi di tengah tekanan nilai tukar dan pasar modal.
Dalam analisisnya yang diterima Emitennews, Didik menilai langkah politik keliling Indonesia yang dimulai dari Lampung yang dilakukan di tengah tekanan nilai tukar rupiah dan kinerja pasar modal nasional dan berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi dan jalannya pemerintahan Prabowo. Pasalnya ia melihat Jokowi masih memiliki pengaruh kuat di pemerintahan sehingga dampaknya akan terasa pada perkembangan ekonomi saat krisis.
Menurutnya, safari ini juga memiliki konsekuensi politik jangka panjang hingga 2029. “Jokowi menancapkan layar politik yang dalam analisa politik akan membawa konsekuensi pada tahun 2029,” tulisnya.
Didik menyoroti janji Jokowi untuk pulang ke Solo dan menjadi rakyat biasa setelah purnatugas. Janji etis itu, kata dia, tidak terealisasi. Ia menilai gerakan politik yang dilakukan sekarang bersifat vulgar dan menjadi tanda koalisi dengan pemerintahan Prabowo akan “tutup buku”.
Ia juga mencatat strategi blusukan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang sudah dilakukan lebih dari 80 kali ke daerah. Bagi Didik, intensitas kegiatan politik itu meningkatkan persaingan elit yang tidak berkaitan langsung dengan kepentingan rakyat, khususnya di bidang ekonomi.
Dampak Negatif bagi Pemerintah dan Rakyat
Didik menilai safari politik tersebut menjadi faktor buruk bagi kepentingan rakyat dan pemerintahan. Energi kekuasaan, ujarnya, akan terkuras secara perlahan dan puncaknya terlihat beberapa tahun ke depan.
Ia menyebut gerakan politik yang terlalu dini dapat menjadi gangguan bagi pemerintahan.
“Gerakan politik yang terlalu dini ini akan menjadi hama, yang akan mengganggu dan bisa menggerogoti pemerintahan,” tegas Didik.
Ia menambahkan, pengaruh politik Jokowi masih kuat dan diperkuat dengan posisi anaknya sebagai Wakil Presiden.
Related News
Tol Probolinggo-Banyuwangi Segera Buka! Waktu Tempuh Dipangkas 2 Jam
Bapanas Usul Bantuan Pangan Berupa Telur dan Daging Ayam
Usai Pertemuan Purbaya-BGN, Anggaran MBG Dipangkas Signifikan
Bongkar Kasus Judol Lintas Negara, Bareskrim Tetapkan 287 Tersangka
KPK Dalami Setoran dari Bali dalam Kasus Korupsi Izin Tinggal WNA
Ratusan UMKM Naik Kelas, Rumah BUMN Rembang Catat Transaksi Rp6,9M





