Saham Belvin Tannadi (BAPA) Usai Jalani Suspensi Panjang, Kini di FCA
:
0
Tampak agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BAPA pada Kamis (25/6/2029). Foto: Threads.com/pandhuadjisurya.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali perdagangan saham PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) yang erat dikait-kaitkan influencer Belvin Tannadi itu mulai sesi I Senin, 29 Juni 2026.
Adapun, saham BAPA sebelumnya digembok suspensi selama 35 hari perdagangan sejak 30 April 2026 atau 2 bulan lamanya.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menyebut suspensi diberlakukan sebagai bentuk perlindungan bagi investor. Penyebabnya adalah peningkatan harga kumulatif yang signifikan dan tidak wajar pada periode sebelum penghentian perdagangan.
Selama masa suspensi, BEI menelaah aktivitas transaksi dan meminta konfirmasi kepada perseroan terkait penyebab lonjakan harga. Bursa juga memastikan tidak ada informasi menyesatkan yang beredar di pasar sebelum perdagangan dibuka kembali.
Begitu gembok dibuka, BAPA langsung merespons positif. Pada pembukaan perdagangan Senin (29/6), saham BAPA melesat 5,04% atau naik Rp12 ke level Rp250 per saham.
Data perdagangan menunjukkan volume IEV mencapai 156,32K lot dengan status masih berada di papan Pemantauan Khusus.
Usai suspensi dicabut, BAPA otomatis masuk mekanisme Full Call Auction (FCA) selama 1 minggu ke depan. Mekanisme itu diterapkan BEI untuk mengendalikan volatilitas berlebih pada saham yang baru keluar dari penghentian perdagangan lebih dari sehari bursa.
BEI mengimbau investor tetap berhati-hati dan melakukan analisa mandiri sebelum bertransaksi BAPA. Investor juga diminta mencermati setiap keterbukaan informasi dari perseroan agar keputusan investasi lebih terukur dan tidak terjebak euforia pembukaan suspensi.
Related News
Bank Mandiri Tingkatkan Mutu Layanan dan Keandalan Ekosistem Digital
BRI (BBRI) Buyback Rp1 Triliun Tahap II, Akan Dialokasikan Untuk MESOP
Emiten Afiliasi Salim (AMMN) Berencana Buyback Saham hingga Rp1T
Pengendali SPMA Jual 22,5 Juta Saham Senilai Rp3,28 Miliar
Emiten Data Center (DCII) Kemas Pendapatan Rp2,5T, Laba Naik 11%!
Restrukturisasi Utang Rp18,2T PTPP Efektif, Tenor hingga 15 Tahun





