Saham HELI Diborong Dua Entitas Ini, Jumlahnya Langsung Terbang
:
0
Ilustrasi emiten helikopter di Indonesia, PT Jaya Trishindo Tbk (HELI). Foto: Ajaib
EmitenNews.com - Saham emiten helikopter, PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) diborong oleh dua entitas pengendali perseroan, yaitu Startel Communication dan Komala Tri Varia.
Aktivitas beli saham HELI oleh dua entitas ini tercatat dalam laporan kepemilikan saham yang diunggah melalui keterbukaan informasi, Jumat (24/7).
Startel Communication diketahui melakukan transaksi beli saham sebanyak 40 juta lembar saham di harga Rp172 per helainya pada 23 Juli 2026. Alhasil, porsi kepemilikan sahamnya bertambah menjadi 291.923.200 lembar saham atau setara 35,05 persen dari sebelumnya 251.913.200 lembar atau 30,25 persen.
Sementara Komala Tri Varia tercatat melakukan borong saham sebanyak 44,79 juta lembar saham HELI di harga Rp172 di tanggal yang sama. Porsi saham yang dimilikinya kian bertambah dari 170.700.000 lembar saham atau 20,50 persen menjadi 215.493.600 lembar saham atau setara 25,87 persen hak suara.
Kedua entitas pengendali tersebut menyatakan tujuan transaksi murni semata-mata untuk investasi dengan status kepemilikan langsung.
Adapun dalam laporan bulan registrasi pemegang efek HELI yang diunggah 7 Juli 2026 di keterbukaan informasi mencatat, kedua entitas pengendali itu merupakan pemegang saham 5% atau lebih bersama dengan UOB Kay Hian Pte Ltd (10,18%), PT Avia Nusantara (7,74%), dan PT Alta Internasional (16%).
Sedangkan saham yang beredar di publik atau free float tercatat sebanyak 15,16 persen, menurun dari sebelumnya sebesar 15,45 persen.
Pada perdagangan intraday Jumat (24/7), saham HELI mengalami koreksi 0,56 persen atau turun 1 poin ke level Rp179. Secara year to date HELI masih menyusuri zona merah dengan pelemahan 21,49 persen atau turun 49 poin.
Related News
UNTR Jadwal Dividen Rp430, Cum Date 5 November
LAPD Buru Izin Right Issue 2 Miliar Lembar
Pantau Cum Dividen Dua Emiten Hari Ini
Rugi Beruntun, Emiten Properti Sri Tahir Panggul Defisit Rp245 Miliar
Pede Kinerja Q3 2026, BBCA Bidik Pertumbuhan Kredit 12% di 2026
BACH ARB, Liabilitas Bengkak, dan Laba Terbang 32 Persen





