Saham Hotel Milik Suami Puan Melejit ARA di FCA Usai Suspensi
:
0
Siluet di Main Hall Bursa Efek Indonesia.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi melepas status suspensi perdagangan saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA), PT Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC), dan PT Golden Flower Tbk. (POLU) per sesi I perdagangan hari ini Selasa (12/8) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam keterangan tertulis Senin (11/8) menyampaikan pengakhiran sesi setelah dihentikan sementara akibat lonjakan harga.
Sebagai informasi, saham BUVA sempat disuspensi pada Jumat (1/8) terhitung satu minggu perdagangan lamanya dan IMPC pada Senin (11/8) setelah sehari lamanya. Sementara itu, POLU lebih lama terkena suspensi sejak tanggal (27/3) terhitung berbulan-bulan lamanya dengan alasan serupa, yakni kenaikan harga kumulatif yang tak wajar.
Dengan berakhirnya suspensi, ketiga saham kini kembali dapat diperdagangkan secara normal di bursa.
Pasca pembukaan suspensi, saham IMPC dari Rp660 langsung melesat terbang ke harga ARA atau Auto-Rejection Atas di Rp825 dengan persentase naik 25%.
Sedangkan, dua lainnya terimbas FCA alias Full-Call Auction berkat suspensi panjangnya, sahamnya kena notasi khusus 'x' atau FCA kategori 10.
Saham POLU pasca pembukaan suspensi longsor hingga ARB atau Auto-Rejection Bawah, penurunannya dari harga terakhir disuspensi Rp8.825 menjadi Rp7.950 dengan persentase turun 9,92%.
Saham emiten properti dan hotel milik Suami Puan Maharani yaitu Happy Hapsoro (BUVA) juga terpantau melesat 10% ke harga ARA dari Rp260 menjadi Rp286.
BUVA dalam seminggu terakhir, mencetak kenaikan progresif dengan 81,31% bergerak dari level hargaRp107 menjadi Rp194. Dalam sebulan, BUVA melambung 165,75% kenaikan dari harga sebelumnya di Rp74 menjadi Rp194.
Setahun terakhir, saham BUVA terpantau memang sedang kencang-kencangnya, reli bullishnya tercatat semenjak BUVA yang sebelumnya masih berada di papan gocap (Rp50) berhasil bangkit dan melesat 266,04% secara year-on-year, dari Rp53 menjadi Rp179.
Related News
Siloam (SILO) Targetkan Ekspansi Layanan Kanker Berstandar JCI
Rombak Direksi, PSGO Siapkan Capex Rp450M Hingga Target Laba di 2026
Simak! Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan bagi Masyarakat
Kantongi Kredit Rp1,2 Triliun dari BRI, KIJA Kebut Ekspansi di Kendal
STAA Jadwal Dividen 51 Persen Laba, Besarannya Rp75 per Lembar
Grup Harita (NCKL) Siapkan Buyback Rp1 Triliun





