EmitenNews.com - Saham-saham AS pada Kamis atau semalam WIB ditutup melemah karena pasar mundur dari level tertinggi intraday karena tertekan memanasnya geopolitik terkait Selat Hormuz dan lonjakan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 313,62 poin, atau 0,63 persen, menjadi 49.596,97. Indeks S&P 500 merosot 28,01 poin, atau 0,38 persen, menjadi 7.337,11, setelah sebelumnya mencapai rekor tertinggi intraday baru di awal sesi. Indeks Nasdaq Composite turun 32,75 poin, atau 0,13 persen, menjadi 25.806,2.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah. Sektor material dan energi memimpin penurunan, masing-masing turun 1,83 persen dan 1,78 persen. Sementara itu, sektor teknologi dan jasa komunikasi menjadi satu-satunya sektor yang mengalami kenaikan, masing-masing naik tipis sebesar 0,08 persen.

Ketegangan geopolitik tetap menjadi fokus utama pasar. Di bidang ekonomi, data ketenagakerjaan menunjukkan tanda-tanda pendinginan. Perusahaan penempatan kerja global Challenger, Gray & Christmas melaporkan pada hari Kamis bahwa perusahaan-perusahaan AS mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja sebanyak 83.387 kali pada bulan April.

Angka ini menunjukkan peningkatan 38 persen dari bulan Maret, meskipun masih lebih rendah dari 105.441 pemutusan hubungan kerja yang diumumkan pada bulan April tahun lalu. Industri teknologi menyumbang 33.361 dari pengumuman pemutusan hubungan kerja tersebut, dengan kecerdasan buatan disebut sebagai alasan utama pemutusan hubungan kerja untuk bulan kedua berturut-turut.

Selain itu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara bagian meningkat sebesar 10.000 menjadi 200.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir pada 2 Mei.

Dalam perkembangan korporasi, produsen mesin berat Caterpillar dan raksasa keuangan Goldman Sachs memberikan dampak terbesar pada indeks Dow Jones, masing-masing turun hampir 3,37 persen dan 1,22 persen.

Dari segi pendapatan, Planet Fitness anjlok lebih dari 31 persen, sementara Shake Shack, Zoetis, dan Whirlpool masing-masing turun 28,26 persen, 21,5 persen, dan hampir 12 persen. Di sektor teknologi dan energi, Arm Holdings turun 10,11 persen, sedangkan Shell turun lebih dari 3 persen.

Investor kini bersiap menantikan laporan pekerjaan bulan April yang sangat dinantikan, yang dijadwalkan akan dirilis pada Jumat pagi.(*)