Saham Tambang Rontok, IHSG Sesi I (11/3) Melemah Tipis ke 7.437
Lantai perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I Rabu (11/3/2026) ditutup melemah tipis. Indeks nemplok bertengger di level 7.437,806 setelah terkoreksi 3,11 poin atau 0,04 persen.
Statistik perdagangan mencatat nilai transaksi Rp7,67 triliun, dengan volume 18,32 miliar saham dan frekuensi 1,09 juta kali transaksi. Sebanyak 405 saham menguat, 270 saham melemah, dan sisanya stagnan.
Pelemahan IHSG terjadi setelah indeks sempat dibuka menguat pada awal perdagangan. Namun, tekanan jual pada sejumlah saham komoditas membuat indeks kehilangan tenaga menjelang penutupan sesi pertama.
Sejumlah saham tambang menjadi pemberat pergerakan indeks. Saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) turun 4,7 persen, PT Elnusa Tbk. (ELSA) melemah 4,3 persen, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) terkoreksi 4,3 persen, sementara PT Timah Tbk. (TINS) juga berada di zona merah.
Sebaliknya, saham bank pelat merah menjadi penopang pergerakan indeks. Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menguat 1,17 persen ke level Rp4.310 dan masuk dalam daftar penggerak utama indeks.
Secara sektoral, pelemahan terbesar dialami IDX Basic yang turun 1,05 persen dan IDX Industrials yang terkoreksi 0,42 persen. Tekanan juga terlihat pada IDX Energy yang turun 0,37 persen serta IDX Health yang melemah 0,02 persen.
Di sisi lain, sejumlah sektor masih mencatat penguatan. IDX Property dan IDX Techno sama-sama naik 1,07 persen, diikuti IDX Infra yang menguat 0,67 persen, IDX Cyclical dan IDX Non-Cyclical masing-masing naik 0,54 persen, IDX Trans naik 0,34 persen, serta IDX Finance menguat 0,16 persen.
Pada jajaran saham penggerak kenaikan, PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) memimpin dengan lonjakan 6,53 persen ke Rp13.050, disusul PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) yang naik 2,39 persen ke Rp855.
Sementara itu, saham yang menjadi pemberat indeks antara lain PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) turun 1,71 persen ke Rp5.725, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) melemah 1,39 persen ke Rp7.050, serta PT Astra International Tbk. (ASII) terkoreksi 1,25 persen ke Rp5.925.
Related News
DPR, OJK, dan BEI Sorot Tantangan Likuiditas Pasar Modal di Forum IRF
Analis Sebut Sektor-Sektor Ini Booming Imbas Perang Timteng, Apa Saja?
Adaptif! KISI Siapkan 4 Keunggulan di Satu Aplikasi
Transparansi dan Reformasi Pasar Modal Butuh Komunikasi Erat
Menperin: Ramadan-Idulfitri Momentum Dongkrak Industri Halal
Terseret Wall Street, IHSG Potensial Koreksi





