Sales Rp732M, Laba Emiten Minyak Kelapa Ini Lompat Enam Kali Lipat
:
0
Minyak kelapa murni produksi PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS)
EmitenNews.com - PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS), mencatat pertumbuhan kinerja signifikan pada semester I 2026. Penjualan meningkat, sementara laba bersih perseroan melonjak lebih dari enam kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari Rp3,14 miliar menjadi Rp20,33 miliar.
Penjualan OILS tercatat mencapai Rp732,33 miliar pada semester I 2026, meningkat 56,22% dibandingkan Rp468,49 miliar pada semester I 2025.
Penjualan ekspor OILS paling dominan dan tercatat meningkat hampir dua kali lipat di semester I 2026 menjadi Rp533,83 miliar dari semester I 2025 dari Rp284,02 miliar. Penjualan lokal meningkat tidak terlalu signifikan, dari Rp184,46 miliar menjadi Rp198,50 miliar.
Untuk diketahui, penjualan ekspor tersebut sebagian besar dibeli Sena Mills Refineries (Pvt) Ltd Rp121,11 miliar, Mewaholeo Industries Sdn Bhd Rp57,28 miliar, Premium Vegetable Oils Sdn Bhd Rp10,43 miliar, dan lain-lain seluruhnya Rp345,00 miliar.
OILS merupakan produsen dan pengekspor minyak kelapa murni (Crude Coconut Oil atau CNO), minyak kelapa olahan (Refined Coconut Oil), dan tepung kopra. Fasilitas produksi utama perseroan berada di Mojokerto, Jawa Timur.
Seiring kenaikan penjualan, laba bruto perseroan melonjak 182,50% menjadi Rp53,42 miliar dari sebelumnya Rp18,91 miliar.
Namun, beban umum dan administrasi ikut meningkat hampir dua kali lipat menjadi Rp23,29 miliar dari Rp12,30 miliar. Di sisi lain, beban bunga dan keuangan turun menjadi Rp3,62 miliar dari Rp4,13 miliar.
Setelah memperhitungkan seluruh beban dan pajak, laba periode berjalan OILS mencapai Rp21,47 miliar, atau melonjak 583,76% dibandingkan Rp3,14 miliar pada semester I 2025. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp20,33 miliar.
Kenaikan laba tersebut turut mengerek laba per saham (earning per share/EPS) menjadi Rp47,30 per saham dari sebelumnya Rp6,91 per saham, atau meningkat sekitar 584,80%.
Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat Rp319,97 miliar, naik 23,35% dibandingkan Rp259,38 miliar pada akhir 2025. Sementara itu, total liabilitas meningkat menjadi Rp196,68 miliar dari Rp161,04 miliar.
Related News
Dirutnya Mantan Gubernur BI, Tengok Kinerja Emiten Grup Sinar Mas Ini
Perbaiki Struktur Permodalan, Royaltama (RMKO) Siapkan Right Issue
6 Pucuk Pimpinan TOWR Eksekusi MESOP 145 Juta Saham Rp50,1 Miliar
Turun Peringkat Kredit PTPP ke idBB CreditWatch Negatif, Akibat Ini
Milik Orang Terkaya Ke-2 RI, Samindo (MYOH) Raup Laba USD7,98 Juta
Platinum Berkah Divestasi 6,87 Persen Saham RGAS Rp20,4 Miliar





