EmitenNews.com - PT Atlas Resources Tbk (ARII) bersiap menerbitkan maksimal 375 juta saham baru melalui skema penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Aksi korporasi setara maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan.

Manajemen ARII dalam keterbukaan informasi, Rabu (14/10/2026), menyebut saham baru akan diterbitkan dari portepel perseroan dengan nilai nominal Rp200 per saham. Perseroan belum mengungkap identitas calon pemodal, termasuk kepastian hubungan afiliasinya dengan perseroan.

Manajemen memastikan rencana private placement tersebut tidak dimaksudkan untuk mengubah pengendali perseroan. Informasi mengenai calon pemodal akan disampaikan kemudian.

Dana hasil aksi korporasi, setelah dikurangi biaya pelaksanaan, akan digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur jalan milik PT Musi Mitra Jaya (MMJ), entitas anak ARII yang bergerak di bidang logistik dan berkedudukan di Palembang, Sumatera Selatan.

"MMJ merupakan bagian dari pengembangan infrastruktur hub Musi Rawas Utara (Mutara), Sumatera Selatan, yang mencakup jalan angkut dan pelabuhan batu bara. Infrastruktur tersebut berkaitan langsung dengan kapasitas produksi dan logistik Grup," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi tersebut.

ARII berharap pembangunan jalan dapat meningkatkan kapasitas angkut, menekan biaya logistik, serta mendukung pertumbuhan volume penjualan batu bara.

“Untuk mendanai pembangunan tersebut tanpa menambah beban utang Perseroan, Perseroan memerlukan tambahan modal dan keleluasaan untuk sewaktu-waktu dapat mengundang pemodal yang memberikan penawaran terbaik sebagai pemegang saham Perseroan,” jelas manajemen.

Dari sisi pemegang saham eksisting, penerbitan saham baru berpotensi menyebabkan dilusi kepemilikan maksimal 9,09%. Laba per saham juga berpotensi terdilusi seiring bertambahnya jumlah saham, meski perseroan memperoleh tambahan modal untuk membiayai pengembangan infrastruktur.

Rencana PMTHMETD tersebut masih memerlukan persetujuan pemegang saham independen dalam RUPSLB pada 20 November 2026. Dalam rapat yang sama, ARII juga akan meminta persetujuan atas rencana penjaminan aset perseroan terkait penambahan limit fasilitas kredit dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Harga saham ARII pada penutupan perdagangan sesi pagi Rabu ini sebesar Rp458 per saham. Yang menarik, dalam sepekan terakhir harga saham naik 24,46% dan secara bulanan menguat 54,73%.