Sambut Rp1, IHSG Uji Level 6.200
:
0
Suasana penutupan IHSG edisi 2025. Foto - Dok Emitennews
EmitenNews.com - Indeks Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat. Penguatan indeks didukung kenaikan saham sektor teknologi, dan koreksi harga minyak, meski yield US-Treasury masih bertahan di level tinggi. Investor optimistis Selat Hormuz dapat dibuka kembali setelah Iran mengusulkan Amerika Serikat (AS) kembali pada nota kesepahaman Juni 2026, sebelumnya gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik Timur Tengah.
Salah satu hasil pertemuan Presiden AS Donald Trump, dan Presiden Xi Jin Ping, kedua negara adikuasa itu, sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata perang dagang hingga 10 Januari 2027 dari kesepakatan sebelumnya berakhir November 2026. Selanjutnya, Trump, dan XI dijadwalkan bertemu kembali pada KTT APEC di Tiongkok pada November 2026, dan KTT G20 di Miami pada Desember 2026.
Pasar juga akan menanti kelanjutan perundingan AS-Iran. Akhir pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) susut 0,90 persen menjadi 6.241. Investor akan menanti data indeks Manufacturing PMI, neraca perdagangan, dan inflasi akan rilis pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Selain itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memberlakukan aturan penurunan batas minimum harga saham pasar reguler, dan pasar tunai menjadi Rp1 per helai dari Rp50 per saham mulai 28 September 2026. Ketentuan auto rejection atas (ARA), dan auto rejection bawah (ARB) untuk saham dengan rentang harga Rp1-10 ditetapkan Rp1.
Khusus saham di atas Rp10, ketentuan ARB asimetris 15 persen masih dipertahankan sampai 31 Desember 2026, dan akan kembali diterapkan secara simetris mulai 1 Januari 2027. BEI juga menghapus 4 kriteria FCA, yaitu kriteria 1,6,7, dan 10. Sebanyak 92 saham sebelumnya masuk FCA karena kriteria tersebut kembali ke pasar pencatatan semula.
So, IHSG masih berpotensi menguji level 6.186-6.200. Menilik data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan pelaku pasar untuk menjala saham Alamtri Resources (ADRO), Indo Tambangraya Megah (ITMG), Adaro Andalan Indonesia (AADI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Bank Central Asia (BBCA). (*)
Related News
Investor Cermati Aturan Baru BEI, IHSG Bisa Rebound?
8 UMKM Manufaktur Binaan Astra Group Ramaikan Automechanika
Sejumlah Bank Siapkan Teknis Dukung Skema KPR 40 Tahun
SIG Tuban Gunakan 400 Ton Sekam Per Hari untuk Bahan Bakar
TelkomGroup dan Danantara Siapkan Data Center, Kapasitas Hingga 1 GW
Pemanfaatan AI BUMN Bakal Telan 70% Kapasitas Data Center





