IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

Selamat Jalan Prof. Toeti Heraty Noerhadi Roosseno

13/06/2021, 10:37 WIB

Selamat Jalan Prof. Toeti Heraty Noerhadi Roosseno

EmitenNews.com - Prof. Dr. Toeti Heraty Noerhadi binti R. Roosseno salah satu perempuan pemikir feminis generasi pertama. Doktor Filsafat dari Universitas Indonesia (1979) ini, menulis banyak pemikiran penting tentang wanita. Puisi-puisinya tidak hanya merefleksikan pandangan feminisnya, tetapi juga kecintaannya terhadap seni. Tidak berlebihan kalau rumahnya di kawasan Menteng, juga merangkap galeri, yang menyimpan koleksi lukisan pelukis terkenal: Affandi, S. Sudjojono, Srihadi Soedarsono. 

 

Prof. Toeti Heraty dijuluki sebagai satu-satunya wanita di antara penyair kontemporer terkemuka Indonesia. Tetapi, dari berbagai sumber yang dikutip Minggu (13/6/2021), ternyata, puisi-puisinya yang digambarkan sebagai sulit dimengerti, mengkombinasikan ambiguitas disengaja dengan perumpamaan yang asosiatif dan tak dinyana. 

 

Gaya penulisannya yang menggunakan ironi dalam menggarisbawahi kedudukan rendah wanita di masyarakat patriarki, membuat puisinya berbeda dengan para penyair lainnya. Perempuan kelahiran Bandung, Jawa Barat, 27 November 1933 ini, menerbitkan kumpulan puisi pertamanya berjudul Sajak-Sajak 33  pada tahun 1974. Termasuk di dalamnya Dua Wanita, Siklus, Geneva Bulan Juli. Kumpulan puisi keduanya, Mimpi dan Pretensi terbit delapan tahun kemudian, 1982. 

 

Toeti juga mengedit sebuah terbitan puisi berbahasa Belanda dan Indonesia, dan sebuah koleksi puisi dari para penyair perempuan. Puisinya, Calon Arang: the Story of A Woman Victimized by Patriarchy, adalah lirik setebal buku, yang memberikan pandangan kritis atas persepsi dari figur tipikal Indonesia, Calon Arang. Puisi itu menghadirkan gambaran tiga dimensi dari perempuan yang mencoba bertahan terhadap lingkungan patriarki yang represif. Puisi-puisinya diterjemahkan dalam beberapa bahasa asing, Belanda, Inggris, Jerman, Rusia dan Prancis.


Author: N A