EmitenNews.com - Bursa saham di kawasan Asia mencatatkan pergerakan bervariasi pada perdagangan Kamis. Pergerakan ini dipicu oleh rilis laporan keuangan produsen chip dunia, Nvidia, yang memberikan sentimen berbeda pada pasar saham Jepang dan Korea Selatan, sekaligus membayangi pergerakan pasar saham kawasan emerging markets termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia.

Mengutip data Trading Economics, indeks acuan Korea Selatan, KOSPI, naik lebih dari 1% ke level 6.900 dan memperpanjang kenaikan selama tiga sesi berturut-turut. Penguatan ini didorong kinerja Nvidia yang membukukan pendapatan kuartal kedua naik lebih dari dua kali lipat serta proyeksi pertumbuhan pendapatan 70% pada 2028.

Sementara itu, saham Jepang kesulitan menentukan arah meskipun prospek penjualan Nvidia yang kuat memberikan bukti baru bahwa pengeluaran untuk infrastruktur AI kemungkinan akan tetap kuat.

Di Jepang, Indeks Nikkei 225 melemah 0,3% ke level 66.000, sedangkan Indeks Topix menguat 0,4% ke 4.128. Perusahaan teknologi Jepang yang terlibat dalam infrastruktur AI global mengalami dinamika beragam. Saham Kioxia Holdings naik 6,4%, Fujikura menguat 3,5%, dan Ibiden Co naik 2,3%. Sebaliknya, Advantest terkoreksi 1,3%, Nintendo turun 1%, dan JX Advanced Metals melemah 0,8%.

Pasar Jepang juga terpengaruh rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS bulan Juli yang berada di atas target Federal Reserve, sehingga memperkuat ekspektasi suku bunga ketat.

Di Korea Selatan, saham semikonduktor memimpin penguatan. Samsung Electronics naik lebih dari 1% dan SK Hynix menguat lebih dari 2%. Kenaikan juga diikuti LG Energy Solution (3,9%), Hanwha Aerospace (2,7%), KB Financial Group (1,8%), Shinhan Financial Group (2,2%), dan HD Hyundai Heavy Industries (1,1%).

Sentimen positif Korea Selatan turut ditopang keputusan Bank of Korea yang menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 menjadi 3,3% dari sebelumnya 2,6% berkat kuatnya ekspor semikonduktor. Kendati demikian, Bank of Korea juga menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3% untuk meredam tekanan inflasi.(*)