TRADE

 -0.30%

IDXINDUST

 -0.89%

IDXINFRA

 -0.88%

AGRI

 2.37%

MNC36

 -1.13%

IDXCYCLIC

 -0.24%

IDXSMC-LIQ

 -0.51%

IDXHEALTH

 -0.45%

IDXTRANS

 0.41%

IDXENERGY

 0.03%

IDXQ30

 -1.08%

IDXFINANCE

 -0.93%

INFOBANK15

 -1.36%

I-GRADE

 -1.20%

BASIC-IND

 -0.99%

COMPOSITE

 -0.75%

IDXTECHNO

 -0.38%

MANUFACTUR

 -0.97%

IDXV30

 -0.45%

IDXNONCYC

 -0.69%

FINANCE

 -0.96%

Investor33

 -1.19%

IDXSMC-COM

 -0.31%

MISC-IND

 -0.77%

IDXESGL

 -1.37%

IDXBASIC

 -0.76%

DBX

 -0.34%

MINING

 -0.10%

IDX30

 -1.04%

IDXG30

 -0.97%

KOMPAS100

 -1.09%

PEFINDO25

 -0.95%

MBX

 -0.83%

BISNIS-27

 -1.18%

ISSI

 -0.51%

IDXPROPERT

 -0.49%

LQ45

 -1.08%

PROPERTY

 -0.28%

IDXBUMN20

 -1.04%

IDXHIDIV20

 -1.06%

JII

 -0.80%

INFRASTRUC

 -0.89%

IDX80

 -0.98%

JII70

 -0.76%

CONSUMER

 -1.03%

SRI-KEHATI

 -1.17%

SMinfra18

 -0.48%

Sesuai Hasil Studi Peserta BPJS Kesehatan Turun Kelas agar dapat Rutin Bayar Iuran

07/01/2020, 10:06 WIB

Sesuai Hasil Studi Peserta BPJS Kesehatan Turun Kelas agar dapat Rutin Bayar Iuran
EmitenNews.com – Sesuai hasil studi terkait putusan untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan, peserta bersedia turun kelas agar dapat membayar secara rutin. Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan sesuai keputusan Presiden resmi naik sejak 1 Januari 2020, untuk menambal defisit anggaran JKN. Peserta mandiri kelas I dan II turun kelas. Dalam keterangannya yang dikutip Selasa (7/1/2020), Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma'ruf mengatakan, sejak November - Desember 2019 terdapat 372.924 peserta yang memutuskan turun kelas. Terdiri atas 153.466 peserta kelas I atau 3,35 persen turun ke kelas II. Kelas II ada 219.458 peserta atau 3,32 persen yang turun kelas. “Angka tersebut masih sangat jauh dari total peserta mandiri saat ini yang mencapai 30 juta jiwa. Jadi, tidak terlalu banyak kalau kami mau sampaikan soal perubahan ini," kata Iqbal Anas Ma'ruf di kantor Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta. Peserta memang diperbolehkan melakukan penurunan kelas, untuk menyesuaikan kemampuan bayar peserta dengan besaran iuran. Menurut Iqbal, mengubah kelas itu dalam rangka untuk memastikan peserta membayar rutin dan program ini bisa sustain dan dapat diakses masyarakat. Dalam catatan BPJS Kesehatan kenaikan iuran ini dialami oleh seluruh segmen nasabah BPJS. Sesuai keputusan pemerintah itu, berikut detail kenaikan iuran peserta bukan penerima upah (mandiri) BPJS. Kelas 3: naik dari Rp25.500 menjadi Rp42.000 per jiwa. Kelas 2 dari Rp51.000 menjadi Rp110.000, dan Kelas 1: naik dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000 per jiwa. ***  

Author: M. Nasir