IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

Siap-Siap, 2030 Kita Sudah Setop Impor BBM dan Elpiji

21/04/2021, 10:15 WIB

Siap-Siap, 2030 Kita Sudah Setop Impor BBM dan Elpiji

EmitenNews - Bagi kita yang saat ini masih mengandalkan peralatan transportasi dan sarana kegiatan yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM), persiapkan dari sekarang. Karena pemerintah akan membatasi pemakaian BBM, bahkan berencana menghentikan impor BBM dalam sembilan tahun ke depan.


Hal itu terungkap dari hasil Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (20/4/2021). Sidang membahas mengenai Strategi Besar atau Grand Strategi Energi Nasional (GSEN), Cadangan Penyangga Energi (CPE), dan Rencana Strategis DEN 2021–2025 itu dipimpin langsung Presiden RI Joko Widodo selaku Ketua DEN.


Keputusan Sidang Kabinet ini agak mundur dari target semula. Karena sebelumnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencanangkan setop impor Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 2026. Secara keseluruhan, permintaan BBM pada 2026 akan mencapai 85,14 juta kilo liter (KL) yang nantinya akan dipenuhi dengan produksi sendiri dalam negeri.


"Diharapkan pada tahun 2026 kita sudah tidak mengimpor lagi BBM. Pengurangannya secara gradual dari tahun ini sekitar 16,76 juta KL kita mengimpor," ujar Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji dalam Oil & Gas Stakeholders Gathering, pada 9 Desember 2020 lalu.


Menteri ESDM Arifin Tasrif selaku Ketua Harian DEN dalam keterangan pers mengungkapkan dalam sidang pihaknya menyampaikan beberapa isu terkait, antara lain mengenai strategi energi nasional. "Juga rancangan Peraturan Presiden mengenai CPE, serta rencana strategis, rencana kerja dari DEN untuk tahun 2021- 2025,” ujarnya.


Arifin menjelaskan, penyusunan GSEN merupakan penyempurnaan dari Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) atas masukan dari kementerian, lembaga, BUMN, swasta, dan para pemangku kepentingan lainnya.


“Harus dilakukan penyesuaian lagi antara RUEN yang lama dengan RUEN yang didasarkan pada poin-poin yang telah disampaikan pada [Grand] Strategi Energi Nasional yang kita susun, agar ini bisa dilaksanakan secara konsisten,” tuturnya.


Author: F J