Siapkan Dana, Integra Indocabinet (WOOD) akan Bayar Obligasi dan Sukuk
Ilustrasi aktivitas PT Integra Indocabinet Tbk. (WOOD). Dok. Integra Group.
EmitenNews.com - PT Integra Indocabinet Tbk. (WOOD) menyiapkan dana untuk pembayaran Obligasi dan Sukuk berkelanjutan I Tahap II tahun 2022 seri A. Keduanya bakal jatuh tempo pada 25 Maret 2025.
Dalam keterangannya yang dikutip Senin (24/2/20, Direktur WOOD, Wang Sutrisno menuturkan bahwa Perseroan telah menyiapkan dana untuk melunasi Pokok dan bunga atas Obligasi serta Sukuk tersebut yang akan jatuh tempo pada 25 Maret 2025.
Obligasi berkelanjutan I Tahap II tahun 2022 seri A tersebut memiliki nilai nominal sebesar Rp197,4 miliar dengan bunga 9%.
Sedangkan Sukuk memiliki nilai nominal sebesar Rp83,8 miliar bunga floating dengan tanggal penerbitan pada 25 Maret 2022.
Sebelumnya, PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) bekerja sama dengan PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mengembangkan proyek perumahan berkonsep eco sustainable di Lingkar Timur Wedoro Klurak, Sidoarjo, Jawa Timur.
Proyek ini dilakukan melalui anak usaha CTRA, PT Ciputra Cipta Cemerlang (CCC), yang resmi menjalin kerja sama dengan WOOD melalui penandatanganan perjanjian pada 6 Desember 2024.
Direktur WOOD, Wang Sutrisno, menyatakan bahwa proyek ini akan menjawab kebutuhan pasar kelas menengah yang mencari hunian modern dengan harga terjangkau.
Kerja sama ini juga memberikan potensi tambahan pendapatan bagi WOOD di luar bisnis intinya di bidang manufaktur kayu olahan. Pengembangan lahan ini diharapkan mampu meningkatkan laba perusahaan, sejalan dengan fokus WOOD pada diversifikasi sumber pendapatan.
Pendapatan utama WOOD saat ini berasal dari pasar ekspor dan domestik dengan total Rp2,13 triliun, termasuk dari bisnis manufaktur building component, set up, dan knock down. Beberapa konsumen besar yang menyumbang lebih dari 10% pendapatan WOOD adalah Starbright Forever Llc dan Novo.
Melalui proyek perumahan bernuansa modern dan ramah lingkungan ini, WOOD berharap dapat memperkuat posisinya sebagai pemain inovatif dalam sektor properti sekaligus memperluas kontribusinya terhadap keberlanjutan lingkungan. ***
Related News
GEMA Gelar Buyback Maksimal 20 Persen, Mulai 17 Maret
Pendapatan Turun Beban Melonjak, Laba 2025 SMRA Anjlok 44 Persen
Saham Cuma Turun 6 Persen, MBMA Jor-Joran Buyback Rp1,7 Triliun!
Jelang Delisting! EDGE Raup Kredit Rp11,24T Untuk Ekspansi Data Center
Kinerja Solid, Aset BJBR Tembus Rp221,4 Triliun
Emiten TP Rachmat (TAPG) Dapat THR Dividen Rp450M dari USTP





