IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

Siapkan Rp1,7 Triliun, Bank Negara Indonesia (BBNI) Mulai Buy Back Besok

21/07/2021, 16:21 WIB

Siapkan Rp1,7 Triliun, Bank Negara Indonesia (BBNI) Mulai Buy Back Besok

EmitenNews.com - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menyatakan telah mengalokasikan dana sebesar Rp1,7 triliun untuk melakukan pembelian kembali atau buy back saham perseroan beredar di publik.


Manajemen Bank BNI dalam keterangan resminaaya Rabu(21/7/2021) menjelaskan bahwa tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BBNI  di bawah harga pasar atau  undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75x atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1,60x


BBNI menyakin itu lebih disebabkan oleh dampak negatif dari  lonjakan kasus positif Covid-19 yang sedang terjadi dan kembali menembus level di atas 10 ribu kasus per hari sejak 17 Juni 2021, IHSG cenderung bergerak fluktuatif dan berdampak pada saham BNI yang mengalami penurunan 25 persen  ke level Rp4,630 per 30 Juni 2021.   


“Kami meyakini bahwa buy back saham ini  tidak mempengaruhi kondisi keuangan karena sampai dengan saat ini, mempunyai modal yang memadai untuk membiayai kegiatan usaha,” tulis manajemen BBNI dalam keterbukaan informasi BEI Rabu (21/7).


Rencananya, buy back saham BBNI akan dimulai tanggal 22 Juli hingga 21 Oktober 2021. Hal itu sejalan dengan Peraturan OJK No. 2/POJK.04/2013 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Emiten atau Perusahaan Publik Dalam Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan ("POJK No. 2/POJK.04/2013") jo. Surat Edaran OJK No. 3/SEOJK.04/2020 tentang Kondisi Lain Sebagai Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan Dalam Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik ("SEOJK No. 3/SEOJK.04/2020").





Author: K M