Sideways, IHSG Uji Level 6.000
:
0
Indeks harga saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah 0,17 persen menjadi 5.925 setelah sempat menyentuh level terendah intraday 5.833. Sentimen negatif masih dari eskalasi ketegangan geopolitik Timur Tengah, harga minyak bertahan di level tinggi, ekspektasi akan data inflasi Amerika Serikat (AS), potensi kelanjutan kenaikan suku bunga the Fed, berbagai isu MSCI, dan dampaknya terhadap saham Indonesia.
Secara teknikal, terjadi pelebaran histogram negatif MACD IHSG, dan Stochastic RSI bergerak melemah di area pivot. So, IHSG diramal bergerak sideways. Sepanjang perdagangan hari ini, Rabu, 14 Oktober 2026, IHSG akan bergerak pada kisaran support 5.800, dan resistance 6.000. Investor AS menanti data inflasi CPI September 2026.
Di mana, inflasi CPI diperkirakan berakselerasi menjadi 0,6 persen MoM, dan 3,7 persen YoY dari 0,4 persen MoM, dan 3,4 persen YoY edisi Agustus 2026. Inflasi inti September 2026 ditaksir 0,2 persen MoM, dan 2,5 persen YoY dari 0,3 persen MoM, dan 2,4 persen YoY periode Agustus 2026. Inflasi lebih tinggi meningkatkan peluang the Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan 27-28 Oktober 2026 mendatang.
Sementara itu, pemodal Tiongkok akan mencermati data inflasi diperkirakan berada pada level 1 persen YoY pada September 2026 dari edisi Agustus 2026 di kisaran 0,8 persen YoY. Selain itu, Tiongkok juga akan merilis data neraca perdagangan September 2026. Ekspor Tiongkok diperkirakan tumbuh 25,5 persen YoY dari Agustus 2026 di level 25 persen, dan pertumbuhan impor diprediksi melambat menjadi 24,5 persen YoY dari 28,2 persen YoY.
Berdasar data dan fakta tersebut, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Bank Bank Centra Asia (BBCA), Amman Mineral Internasional (AMMN), Astra International (ASII), PT Timah (TINS), Bank Negara Indonesia (BBNI), dan Merdeka Gold Resources (EMAS). (*)
Related News
Wall Street Melemah, Pasar Tahan Napas Tunggu CPI AS 3,6 Persen
Minat Tinggi, Pemerintah Serap Rp35 Triliun dari Lelang SUN Selasa
IHSG Rabu (14/10), Ini Proyeksi dari Analis
IPO 2 Tahun Lagi, CEO Kopi Kenangan Galau Pilih IDX atau SGX
Abadikan 50 Karya Jurnalistik Terbaik, BCA Digital Raih Rekor MURI
IHSG Melemah 0,17 Persen, Sempat Sentuh Level Terendah Intraday 5.828





