EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi diperdagangkan terbatas cenderung menguat. Kondisi itu, mengikuti sentimen pasar regional. ”Kami perkirakan Indeks bergerak pada rentang support 6.575, dan resisten 6.680,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia.
Secara teknikal, Indeks kembali membentuk candle bearish, dan sedang menguji area support. Menilik indicator MACD, dan Stochastic belum ada sinyal reversal. Namun, beberapa saham memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini yaitu TMAS, MDKA, ESSA, ISAT, ADRO, ERAA, dan PGAS.
Menyudahi perdagangan kemarin, Indeks anjlok 0,98 persen menjadi 6.622. Beberapa sektor mengalami koreksi antara lain financial 1,75 persen, healthcare 1,23 persen, dan non-cyclicals 0,98 persen. Investor asing tercatat membukukan net sell pasar regular Rp578,92 miliar. Saham paling banyak dibeli investor asing di antaranya BBCA, BBRI, dan BMRI.
Sementara itu, ketiga indeks utama kompak bursa saham Amerika Serikat Wall Street ditutup di zona hijau. Penguatan didorong statemen ketua The Fed, Jerome Powell, untuk menaikkan suku bunga, dan tetap independen dalam mengambil kebijakan. Itu sejalan dengan perkiraan pasar.
Pagi ini, bursa Asia mengorbit zona hijau. Indeks Nikkei 225 berhasil menguat 0,71 persen, dan Indeks Kospi menanjak tipis 0,32 persen. Pagi ini Korea merilis data unemployment rate naik menjadi 3,3 persen periode Desember 2022. (*)
Related News
Euforia IHSG 10.000 ke Koreksi Terdalam, Ambruk 24,27 Persen dari ATH
Pipa Gas Cisem 2 Mengalir Perdana
Cadangan BBM Cukup 28 Hari, Pemerintah Minta Masyarakat Tetap Tenang
BTN dan Insan Pers Salurkan 600 Paket Sembako Jelang Lebaran
Jalin Permudah Nasabah BRI dan BJB Tarik Tunai dari Aplikasi GoPay
Jasa Marga Kantongi Kredit Sindikasi Rp19,72T Untuk Tol Yogya-Bawen





