Sinergi Grup Djarum, BACH Incar Revenue Rp3T & Ekspansi di 2030
:
0
Kiri-kanan: Jajaran Manajemen PT Bach Multi Global Tbk. (BACH), Budi Kurniawan Direktur Utama, Hasby Jap Direktur, Anita Anwar Komisaris Utama, dan Audia Michael Septian Direktur. Foto: EmitenNews/Rizki.
EmitenNews.com - PT Bach Multi Global Tbk. (BACH) menggelar konferensi pers pasca pencatatan saham perdana (IPO) pada Selasa (8/7/2026). Membahas strategi bisnis ke depan, usai IPO BACH akan segera bersinergi dengan pemegang saham pengendali baru dan rencana ekspansi hingga 2030.
Direktur Hasby Jap menjelaskan masuknya PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) sebagai pemegang saham pengendali akan memperkuat fundamental BACH. GTP, entitas iForte itu merupakan bagian dari konglomerasi Grup Djarum.
"Dengan masuknya GTP sebagai pengendali dari salah satu dari grup Djarum, sebenarnya memperkuat posisi fundamental perusahaan BACH. Karena pada dasarnya GTP itu adalah perusahaan telekomunikasi yang mana strength dan kekuatan dari BACH adalah juga pembangunan infrastruktur secara telekomunikasi dan juga maintenance. Jadi dengan adanya pengendali dari GTP ini sudah pasti akan menjadi sinergi dan kolaborasi," ujar Hasby.
Komisaris Utama Anita Anwar menambahkan, sebagai pengendali, GTP akan mendorong profesionalisme dan pengembangan bisnis perseroan.
Bidik Revenue Rp3 Triliun 2030
Direktur Utama Budi Kurniawan menyatakan perseroan optimis mencapai target pendapatan Rp3 triliun pada 2030. Target itu dinilai moderat melihat tren pertumbuhan historis. Pada 2023 ke 2024 pendapatan BACH tumbuh sekitar 39%, dan 2024 ke 2025 tumbuh sekitar 25%.
"Kita sangat optimis karena melihat pertumbuhan ekonomi di Indonesia, maupun lini bisnis kita di power system maupun di infrastruktur telekomunikasi yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Untuk bottom line-nya (laba perseroan) kita optimis juga naik, artinya cukup bagus," kata Budi.
Untuk 2026, BACH juga optimis karena sudah memiliki backlog dan order yang ada.
Strategi Mitigasi & Ekspansi 3 Tahun
Terkait mitigasi fluktuasi nilai tukar rupiah, Hasby menjelaskan strateginya adalah dengan menaikkan harga jual dan melakukan hedging kurs.
Related News
Lapor Bareskrim, ASBI Beber Perkembangan Dugaan TPPU
Emiten Hapsoro (SINI) Guyur Dana Jumbo Entitas Usaha, Intip Lengkapnya
Satu Abad Panas Bumi, PGEO Optimalkan Aset Ulubelu, dan Lahendong
Ekspansi Kredit, BBLD Tarik Pinjaman Rp100 Miliar
Maksimalkan Ekosistem Mobkas, ASLC Penetrasi Lelang Non-kendaraan
FTSE Sikat Saham Konglo, Emiten Grup Lippo Berakhir Tragis





