Sinergi (INET) Akuisisi 53,57 Persen Saham PADA
:
0
Jajaran manajemen PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menyelenggarakan Public Expose Tahunan. FOTO/INET
EmitenNews.com - Sinergi Inti Andalan Prima (INET) bakal mencaplok 53,57 persen saham Personel Alih Daya (PADA). Akuisisi 1.687.455.000 helai alias 1,68 miliar saham Personel Alih Daya tengah dibicarakan. Negosiasi dengan Koperasi Pegawai Indosat (Kopindosat) sebagai penjual telah dimatangkan pada 23 Oktober 2025.
Negosiasi akuisisi dilakukan secara langsung antara Kopindosat dengan perseroan. Kopindosat, dan perseroan telah meneken suatu indikasi syarat dan ketentuan jual beli sehubungan dengan transaksi tersebut.
Nah, sehubungan dengan penandatanganan perjanjian pembelian saham bBersyarat itu meliputi indikasi syarat dan ketentuan jual beli bersifat bersyarat, dan penyelesaian dari akuisisiR akan bergantung pada terpenuhinya syarat dan ketentuan dalam indikasi syarat dan ketentuan jual beli, antara lain, terpenuhinya atau dikesampingkannya syarat-syarat tangguh.
Lalu, Kopindosat dan INET menyepakati klausula-klausula pengakhiran yang lazim terjadi apabila syarat dan ketentuan dalam indikasi syarat dan ketentuan jual beli tidak dipenuhi atau diselesaikan, antara lain, pengakhiran dengan kesepakatan antara Kopindosat dan INET secara tertulis, dan pengakhiran karena tidak terpenuhinya beberapa syarat tangguh.
Terakhir, penandatanganan indikasi syarat dan ketentuan jual beli belum dapat dianggap telah terjadinya transaksi yang mengakibatkan perubahan pengendalian berdasarkan POJK No. 9/2018 hingga terjadinya penyelesaian rencana pengambilalihan sebagaimana diatur dalam perjanjian pembelian saham bersyarat.
Setelah transaksi tersebut tuntas, perseroan akan menjadi pengendali baru Personel Alih Daya. ”Pelaksanaan pengambilalihan akan dilakukan dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan berlaku, termasuk ketentuan bidang pasar modal,” tutur Muhammad Arif, Direktur Utama Sinergy Inti Andalan Prima. (*)
Related News
Folago Global Nusantara (IRSX) Berhasil Cetak Laba Bersih di 1Q 2026
Pasok Modal Kerja Arutmin, BUMI Terbitkan Obligasi Rp1,8 Triliun
Pendapatan BUMI Tembus USD417 Juta Q1-2026, Laba Lompat 35,16 Persen!
Penjualan Lesu, Laba Emiten Low Tuck Kwong (BYAN) Drop Dobel Digit
Rampungkan Proyek Jumbo, Emiten Semen BUMN Ini Siap Serbu Pasar Ekspor
Penjualan Terkoreksi, Laba GJTL Tetap Tumbuh 7,77 Persen di Q1-2026





