Singtel Buang Habis Saham SUPA Rp812,99M, GXS Bank Lanjut Tampung!
:
0
Potret lobby kantor perseroan Super Bank Indonesia Tbk (SUPA). Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. menjual seluruh kepemilikan sahamnya di PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA). Aksi diviestasi tersebut berlangsung pada Jumat, 29 Mei 2026.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi, dikutip Senin (1/6/2026), Singtel Alpha melepas 2.493.833.503 lembar saham SUPA dengan harga Rp326 per saham. Dari transaksi tersebut, perusahaan mengantongi dana sebesar Rp812.989.721.978.
Sebelum transaksi, Singtel Alpha tercatut menguasai 7,36% saham Super Bank Indonesia. Setelah penjualan rampung, porsi sahamnya di emiten digital banking tersebut menjadi 0% alias ludes.
Keterangan transaksi SUPA menjelaskan, tujuan penjualan saham tersebut adalah untuk keperluan restrukturisasi internal perusahaan. Transaksi dilakukan secara langsung dengan klasifikasi saham biasa.
Singtel Alpha juga menegaskan bahwa pihaknya bukan pemegang saham pengendali dan tidak memiliki rencana untuk mempertahankan pengendalian di masa mendatang.
“Pemberi Kuasa dan Penerima Kuasa bertanggung jawab penuh terhadap seluruh akibat hukum yang timbul,” tulis perusahaan dalam keterbukaan informasi.
Bertepatan di tanggal yang sama, GXS Bank Pte Ltd diduga menampung pembelian sebanyak 2.446.594.050 saham SUPA di harga Rp327 per saham atau senilai Rp800,04 miliar.
Aksi beli tersebut menambah kepemilikan GXS Bank di SUPA menjadi 5.985.442.692 saham atau 17,66%, dari sebelumnya 3.538.848.642 saham atau 10,44%.
Baik Singtel Alpha Investments maupun GXS Bank berstatus investor asing menurut data Bursa Efek Indonesia. Transaksi keduanya tercatat pada 29 Mei 2026.
Penjualan tersebut menandai berakhirnya kepemilikan langsung Singtel Alpha di Super Bank Indonesia.
Related News
Kaji Capex Rp1T, Kalbe Farma (KLBF) Bahas Tekanan Rantai Pasok Global
BEI Suspensi Dua Saham, Salah Satunya Milik Haji Isam (JARR), Ada Apa?
Investor Meradang, Emiten Raffi-Nagita (RANS) Ungkap Fakta ini
Investindo Arya Juga Kurangi Porsi Saham di Emiten TP Rachmat (TAPG)
UKM Berkembang Positif, Sektor Produktif jadi Penopang Pertumbuhan
Usai Degradasi MSCI, Saham CPIN Dilepas Derivatif UBS London Rp11,4M





