Sisa Dana IPO Rp127,7M, Olympus Strategic (NATO) Simpan di CIMB Niaga
:
0
Ilustrasi PT Olympus Strategic Indonesia Tbk. (NATO). Dok. EmitenNews.
EmitenNews.com - PT Olympus Strategic Indonesia Tbk. (NATO) masih mengantongi sisa dana IPO yang cukup besar, mencapai Rp127,7 miliar atau sekitar 63,86%. Dana yang telah diserap digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis entitas anak.
Perseroan yang dahulu bernama PT Surya Permata Andalan Tbk., itu menyampaikan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026. Langkah ini dilakukan manajemen sebagai bentuk pemenuhan regulasi transparansi dan kepatuhan bagi perusahaan yang melantai di pasar modal.
Dalam surat resmi, yang dikutip Senin (13/7/2026), Direktur Perseroan, Gede Putu Adnawa, menuturkan bahwa Perseroan mencatat total dana bersih yang diperoleh dari aksi IPO adalah sebesar Rp200.000.000.000.
Angka bersih tersebut didapatkan dari total perolehan hasil penawaran umum sebesar Rp206.000.000.000, dikurangi biaya penawaran umum senilai Rp6.000.000.000.
Aksi korporasi ini sendiri tercatat telah mengantongi tanggal efektif sejak 14 Januari 2019.
Hingga periode penutupan 30 Juni 2026, PT Olympus Strategic Indonesia Tbk baru menyerap dana hasil IPO sebesar Rp72.282.204.236 atau setara dengan 36% dari total hasil bersih. Berdasarkan data perseroan, deviasi penyerapan anggaran ini masih sesuai dengan target awal.
Jadi, dengan realisasi tersebut, perseroan kini masih mengantongi sisa dana IPO yang cukup besar, yakni mencapai Rp127.717.795.764 atau sekitar 63,86%.
Manajemen menjelaskan bahwa dana yang telah diserap digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis entitas anak.
Di antaranya meliputi penyaluran pinjaman kepada PT Mitre Gisha Tangguhperkasa senilai Rp40.000.000.000 yang dialokasikan khusus untuk pembelian tanah. Perseroan juga memberikan pinjaman senilai Rp20.000.000.000 kepada entitas FTMD, serta merealisasikan modal kerja sebesar Rp12.282.204.236 untuk entitas PT Inden.
Satu hal, untuk mengoptimalkan nilai sisa dana yang belum terpakai sebesar Rp127,7 miliar tersebut, perseroan memutuskan menempatkannya pada instrumen perbankan. Pihak manajemen memilih rekening giro di Bank CIMB Niaga dengan jangka waktu penempatan yang tidak terbatas. Instrumen likuid ini memberikan tingkat suku bunga atau imbal hasil sebesar 1,5% per tahun dan ditempatkan pada pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan perusahaan.
Related News
Baru Seminggu Listing, EMMI Diborong Yulie Sekuritas Lewat Repo Jumbo
Volume Transaksi Melesat, Begini Jawaban Manajemen WOWS Pada BEI
TLKM Gandeng EDB Singapura Perkuat Infrastruktur Digital Berkelanjutan
Harga Saham RANS Anjlok Drastis saat IHSG Melesat Balik ke Level 6.000
BWPT Tuntaskan Bagi Hasil Sukuk Mudharabah, Total Rp38,29 Miliar
RMKE Eksekusi Stock Split 1:5, Jadwal Nominal Baru Mulai 17 Juli 2026





