S&P Global Ingatkan ini, IHSG Lanjut Tertekan
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - Aji Emitennews
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah 1,13 persen menjadi 6.461. Harga minyak bertahan di level tinggi, dan ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed menjadi faktor negatif memengaruhi pergerakan IHSG. Rupiah ditutup koreksi 0,14 persen di pasar spot pada level Rp17.694 per dolar Amerika Serikat (USD).
Perosotan Rupiah, seiring pelemahan mayoritas mata uang Asia di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed. Secara teknikal, terjadi pelebaran histogram negatif MACD, dan Stochastic RSI berada pada area oversold. Sepanjang perdagangan Rabu, 16 September 2026, IHSG berpotensi menguji level 6.350-6.400.
S&P Global Ratings merilis peringatan akan peningkatan risiko kredit, dan pendapatan pada bank BUMN di Indonesia. Itu karena penyaluran pinjaman diarahkan pemerintah bertumbuh dua kali lebih cepat dari rata-rata industri, berpotensi menaikkan rasio kredit bermasalah (NPL), dan menekan profitabilitas sektor perbankan negara.
Investor menanti hasil pertemuan the Fed dengan prediksi menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 3,75-4,0 persen. AS juga akan merilis data retail sales diramal naik 0,9 persen MoM Agustus 2026 usai turun 0,6 persen MoM pada Juli 2026. Inggris akan merilis data inflasi ditaksir naik menjadi 3,1 persen YoY Agustus 2026 dari Juli 2026 di level 2,9 persen YoY.
Jepang akan merilis data neraca perdagangan Agustus 2026, dengan perkiraan ekspor melambat menjadi 18,2 persen YoY dari 23,2 persen YoY, dan pertumbuhan impor menjadi 26,3 persen YoY dari 27,8 persen YoY. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menjagokan saham Mitra Adiperkasa (MAPI), Astra Otoparts (AUTO), Pakuwon Jati (PWON), Ultrajaya (ULTJ), dan Antam (ANTM). (*)
Related News
IHSG Rontok ke 4.904, 624 Saham Anjlok, TMPO Malah Naik Paling Tinggi
IHSG Mendadak Jebol ke 4.910 Dekati 3,6% Penurunan, Ada Apa?
Jeda Siang, IHSG Sesi I (3/11) Berbalik Arah dan Anjlok 2,62% ke 4.963
Lanjutkan Penguatan, IHSG Dibuka Naik 0,62% ke Level 5.128
Produksi Jagung Anjlok, Emiten Pakan Perlu Waspada
Wall Street Jeblok, IHSG Lanjut Menguat





