Spekulasi Kenaikan Suku Bunga Fed Tekan Harga Emas
:
0
Harga emas dunia bergerak fluktuatif di kisaran USD4.460 per ons pada perdagangan Selasa (1/9/2026). (Foto: Magnific)
EmitenNews.com - Harga emas dunia bergerak fluktuatif di kisaran USD4.460 per ons pada perdagangan Selasa (1/9/2026). Pergerakan ini tertahan di dekat level terendah dua minggu akibat lonjakan harga minyak mentah dan pernyataan agresif dari Ketua bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve), Kevin Warsh.
Kenaikan biaya energi yang dipicu oleh eskalasi konflik di Selat Hormuz memperkuat kekhawatiran inflasi global. Situasi tersebut memperbesar peluang kenaikan suku bunga acuan Fed pada pertemuan kebijakan September 2026.
Berdasarkan laporan Trading Economics, pasar saat ini memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga Fed pada September mencapai lebih dari 65 persen. Angka tersebut melesat tajam dari posisi sekitar 36 persen sebelum pernyataan resmi Kevin Warsh dirilis.
Dalam keterangannya, Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menegaskan komitmen pengetatan moneter jika tekanan harga belum mereda. "Bank sentral akan memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan tanpa bukti yang lebih jelas bahwa inflasi kembali bergerak menuju target 2 persen," kata Warsh.
Eskalasi di Timur Tengah memicu kenaikan harga minyak selama dua sesi berturut-turut setelah pasukan AS menyerang sebuah pulau di Selat Hormuz, yang dibalas Iran dengan serangan ke Uni Emirat Arab dan Yordania. Tingginya biaya energi meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan, yang secara historis memberikan sentimen negatif bagi pergerakan emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Terlepas dari tekanan dalam beberapa sesi terakhir, harga emas dunia masih mencatatkan kenaikan sekitar 10 persen sepanjang bulan Agustus. Penguatan bulan lalu ditopang oleh langkah Departemen Keuangan AS yang mengumumkan rencana penggandaan pembelian kembali obligasi jangka panjang guna mendukung likuiditas pasar.
Tekanan pada harga emas global di kisaran USD4.460 per ons ini berpotensi merembet ke pasar domestik Indonesia. Penurunan harga emas acuan dunia umumnya berimbas pada penyesuaian harga jual dan buyback emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di dalam negeri, sekaligus memengaruhi arah pergerakan aset lindung nilai investor domestik.(*)
Related News
Harga Minyak Bayangi Wall Street, Pasar RI Ikut Siaga
Konflik Timur Tengah Memanas, Brent Dekati USD91
Lepas USD, RI-Singapura Transaksi Pakai Mata Uang Lokal
Harga BBM Resmi Naik per 1 September
Siap Lunasi Surat Utang Rp4 Triliun, Pegadaian Ungkap Sumber Dananya
Operasional Transnusa di Singapura Pindah ke Terminal 4 Changi Airport





