Stok Minyak AS Anjlok 4,5 Juta Barel, Brent Tembus USD95
:
0
Harga minyak mentah dunia melanjutkan tren kenaikan pada perdagangan Kamis (3/9/2026).(Ilustrasi: Magnific)
EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia melanjutkan tren kenaikan pada perdagangan Kamis (3/9/2026). Penguatan ini terjadi seiring langkah pelaku pasar mengalkulasi penurunan signifikan pada stok minyak mentah Amerika Serikat serta meningkatnya risiko konflik geopolitik di Timur Tengah.
Harga minyak mentah acuan Brent bertahan di atas level USD95 per barel, sementara jenis WTI bertahan di atas USD90 per barel setelah mencatatkan kenaikan berturut-turut dalam tiga sesi perdagangan terakhir.
Berdasarkan laporan Trading Economics, pengetatan pasokan di AS menjadi salah satu pemicu utama kenaikan harga. Data resmi pemerintah AS menunjukkan persediaan minyak mentah domestik anjlok sebesar 4,5 juta barel pada pekan lalu. Penurunan ini merupakan yang pertama kalinya terjadi sejak akhir Juli 2026.
Di sisi lain, eskalasi terjadi setelah AS meluncurkan serangan baru terhadap target militer Iran di sekitar Selat Hormuz. Langkah tersebut memicu aksi balasan dari Teheran melalui serangan drone dan rudal ke pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer terbaru terhadap Iran diproyeksikan berlangsung singkat. "AS tetap siap untuk serangan lebih lanjut," ujar Donald Trump seraya menegaskan kembali klaim bahwa AS mengendalikan kawasan Selat Hormuz.
Meskipun terjadi peningkatkan konflik, pengiriman minyak mentah dilaporkan masih terus melintasi Selat Hormuz dengan volume rata-rata diperkirakan mencapai 8 juta barel per hari.
Melesatnya harga minyak mentah Brent hingga melampaui USD95 per barel ini menjadi perhatian bagi perekonomian Indonesia sebagai negara pengimpor bersih (net importer) minyak bumi. Lonjakan harga komoditas energi global berpotensi meningkatkan beban anggaran subsidi BBM dalam APBN serta memicu tekanan inflasi domestik.(*)
Related News
Transaksi Emas Digital Melejit 641%, 8 Bulan Tembus Rp299,49 Triliun
Langgar Aturan Bursa, OJK Sanksi Pratama Capital dan Direksinya
Pemerintah Obral Insentif Kaca Lembaran, Gas USD7 Hingga Bebas BM
Pasar Modal Terancam Turun Kasta, CELIOS Sentil Akuisisi BYAN
Tarif Trump Kerek Harga Baja AS ke Rekor Tertinggi 4 Tahun
Pemerintah: MSCI tak Selalu Benar, Investor tak Perlu Panik





