EmitenNews.com -Industri properti nasional saat ini tengah menghadapi tantangan yang cukup berat akibat tingginya suku bunga acuan perbankan. Kondisi ini secara tidak langsung menekan daya beli masyarakat serta meningkatkan beban suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR), sehingga menuntut para pelaku industri untuk bergerak lebih adaptif dan inovatif.

Di tengah situasi pasar yang menantang tersebut, emiten pengembang properti PT Graha Mitra Asia Tbk (RELF) optimistis mampu menjaga momentum pertumbuhan bisnisnya. Melalui inovasi skema pembiayaan yang fleksibel, perluasan fasilitas kawasan, hingga pengembangan produk hunian yang lebih efisien dan terjangkau, Perseroan terus memacu penyerapan unit di sejumlah proyek andalannya.

Direktur Utama RELF, Ivan Darmanto, membeberkan pencapaian kinerja serta arah kebijakan bisnis Perseroan. Ivan mengungkapkan bahwa hingga akhir Agustus 2026, RELF berhasil membukukan realisasi marketing sales sebesar Rp26,44 miliar dari hasil penjualan sebanyak 35 unit rumah.

Pencapaian per Agustus tersebut mencerminkan sekitar 44,41% dari keseluruhan target marketing sales yang dibidik Perseroan sepanjang tahun 2026. Seperti diketahui, emiten bersandi saham RELF ini menargetkan perolehan marketing sales sebesar Rp59,54 miliar pada akhir tahun nanti, dengan total target penjualan mencapai 79 unit.

"Penjualan tersebut disokong oleh dua proyek utama Perseroan yang berlokasi di wilayah Bogor. Proyek Greenland Kemang tercatat menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi penjualan mencapai 282 unit dari total 931 unit yang direncanakan, atau sekitar 30,29%. Sementara itu, untuk proyek Greenland Foresthill tahap 1, Perseroan telah berhasil memasarkan sebanyak 25 unit dari total 121 unit, atau setara dengan 20,66%," kata Ivan Darmanto kepada EmitenNews.com

Guna mendongkrak penjualan dan meningkatkan nilai tambah kawasan, RELF secara masif terus melengkapi fasilitas pendukung di proyek Greenland Kemang. Selain tengah membangun fasilitas clubhouse dan kolam renang, kawasan ini telah dilengkapi masjid, lapangan mini soccer, serta taman tematik. Tak hanya itu, Perseroan juga menggandeng sejumlah tenant strategis seperti Kopi Kenangan, SPKLU PLN, dan SPKLU VinFast untuk memberikan kemudahan bagi para penghuni.

Di sisi lain, Perseroan juga terus melakukan terobosan produk untuk menjangkau segmen konsumen yang lebih luas, khususnya konsumen yang sensitif terhadap harga di tengah tren bunga tinggi. Di proyek Greenland Foresthill, RELF memperkenalkan tipe hunian terjangkau bernama Pine Ridge Upslope yang menawarkan pemandangan asri Hutan CIFOR, yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pembeli rumah pertama.

Sebagai bagian dari strategi ekspansi jangka panjang, RELF saat ini juga sedang mengurus perizinan untuk pengembangan proyek kawasan baru di wilayah Jakarta Selatan. Sembari menunggu proses perizinan tuntas, lahan strategis tersebut telah dimanfaatkan terlebih dahulu melalui kerja sama dengan pelaku usaha food and beverage (F&B) sebagai langkah awal pemanfaatan area komersial kawasan.

Ivan Darmanto menegaskan bahwa RELF siap memacu strategi pemesanan melalui program khusus seperti Greenland Yield Advance yang memberikan skema potong harga via sewa di muka bagi pembeli tunai, serta program bulk sales untuk instansi. Seluruh program penjualan akan terus dievaluasi secara berkala guna memastikan efektivitas penyerapan unit di pasar dengan tetap menjaga kualitas konstruksi, pelayanan konsumen, serta profitabilitas proyek secara berkelanjutan.