STRK Gaet Investor Asal Singapura, Fokus Bisnis Ini
:
0
Potret storage milik emiten STRK. FOTO - ISTIMEWA.
EmitenNews.com - PT. Lovina Beach Brewery Tbk. (STRK) menggandeng investasi strategis baru bersama Asset Whale Pte. Ltd. yang berbasis di Singapura ini untuk mendukung peluncuran global rangkaian produk terbaru .
Melalui kerja sama ini, Asset Whale akan mengakuisisi 15% saham STRK, mendukung peluncuran global produk terbaru emiten asal Bali ini.
Kemitraan ini jadi langkah penting bagi STRK dalam perluasan penetrasi ke pasar utama seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Rangkaian produk baru STRK akan mengusung gaya hidup premium yang terinspirasi oleh budaya dan alam Bali, dengan identitas visual yang disesuaikan secara global.
"Kami sangat antusias menyambut Asset Whale Pte. Ltd. sebagai pemegang saham dan mitra strategis. Keahlian mereka akan berperan penting saat kami membawa rangkaian produk terbaru kami ke pasar internasional. Ini lebih dari sekadar investasi, ini adalah kolaborasi untuk mengangkat merek produk Indonesia di panggung global," ujar Bona Budhisurya, Direktur Utama PT Lovina Beach Brewery Tbk.
Asset Whale tak hanya membawa sejumput modal, namun juga menyediakan jaringan internasional, keahlian dalam riset pasar, distribusi, regulasi, hingga pengembangan identitas merek. Mereka juga turut membantu desain kemasan dan strategi advertorial agar produk STRK lebih gampang diterima secara budaya dan visual di pasar global.
"Kami percaya bahwa kerja sama strategis ini dapat meningkatkan kinerja operasional dan keuangan kami, terutama saat kami menghadapi tantangan lanskap industri yang sangat kompetitif," lanjut Bona.
STRK memiliki portofolio produk kenamaan meliputi jenama/merek seperti STARK, STARK1945, Lion Beer, Sunset Road Beer, Bali SIP, NORD, KAJA, Aja Soju, Kalagan, dan Arak Dewan, yang diproduksi oleh anak usaha PT Lovina Industri Sukses.
Related News
Folago Global Nusantara (IRSX) Berhasil Cetak Laba Bersih di 1Q 2026
Pasok Modal Kerja Arutmin, BUMI Terbitkan Obligasi Rp1,8 Triliun
Pendapatan BUMI Tembus USD417 Juta Q1-2026, Laba Lompat 35,16 Persen!
Penjualan Lesu, Laba Emiten Low Tuck Kwong (BYAN) Drop Dobel Digit
Rampungkan Proyek Jumbo, Emiten Semen BUMN Ini Siap Serbu Pasar Ekspor
Penjualan Terkoreksi, Laba GJTL Tetap Tumbuh 7,77 Persen di Q1-2026





