EmitenNews.com - Jaringan kedai kopi kekinian PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) baru saja melaporkan pencapaian keuangan mereka untuk periode sembilan bulan pertama di tahun 2026. Hasilnya cukup menarik. Perusahaan berhasil mencetak total penjualan bersih hingga Rp1,59 triliun sejak Januari hingga September. Angka ini melonjak tajam 53,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp1,04 triliun. Menariknya, di balik angka triliunan ini, ada strategi bisnis yang agresif namun tetap terukur.  

Buka Puluhan Kedai Baru Hanya dalam Tiga Bulan

Laju pertumbuhan omzet yang pesat ini tidak lepas dari langkah perusahaan yang tancap gas membuka cabang baru. Jika kita bedah khusus di periode kuartal ketiga saja, yakni dari bulan Juli sampai September 2026, Fore Kopi menambah 33 gerai baru. 

Rinciannya, ada tambahan 25 kedai kopi baru di Indonesia, 7 gerai Fore Donut, dan 1 kedai baru di Singapura. Dengan tambahan ini, hingga akhir September 2026, mereka secara total sudah mengoperasikan 388 kedai Fore Coffee, 17 gerai Fore Donut, dan 5 gerai di Singapura.

Tentu saja, membuka puluhan kedai dalam waktu singkat butuh modal yang tidak sedikit. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, perusahaan sudah merogoh kantong hingga Rp205,93 miliar untuk modal belanja aset fisik dan perabotan kedai. 

Hebatnya, Rp85,57 miliar dari total modal tersebut sengaja digelontorkan khusus pada kuartal ketiga saja demi mengejar target pembukaan cabang baru. Karena banyaknya aset sewa tempat dan alat baru ini, beban penyusutan nilai aset yang harus dicatatkan perusahaan juga cukup besar, yakni mencapai Rp210,25 miliar.

Strategi Jualan Donat Bikin Keuntungan Makin Gurih

Kunci sukses lain dari meroketnya omzet perusahaan ternyata datang dari strategi berjualan makanan pendamping. Segmen makanan mereka, khususnya Fore Donut, menunjukkan pertumbuhan yang sangat agresif. 

Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, penjualan dari makanan melesat naik 107,34 persen menjadi Rp208,17 miliar, dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp100,40 miliar. Menariknya lagi, di kuartal ketiga saja, jualan makanan ini berhasil menyumbang omzet kotor sebesar Rp100,32 miliar.

Meski donat makin laris, minuman kopi tetap menjadi penyumbang uang paling besar. Segmen minuman tercatat menghasilkan omzet hingga Rp1,38 triliun atau tumbuh sekitar 48,11 persen. Di luar itu, ada juga pendapatan dari segmen lain-lain sebesar Rp14,86 miliar.